Kasus Korupsi RSUD Tapan Berpeluang Seret Tersangka Baru

34
Kejari Pessel Yeni Puspita

PAINAN—Kepala Kejaksaan (Kejari) Negeri Pesisir Selatan Yeni Puspita menyebutkan, kasus korupsi RSUD Pratama Tapan berpeluang bakal menyeret tersangka baru.

“Ya, berdasarkan keterangan sejumlah saksi bisa saja menyeret empat sampai enam orang tersangka,” ujarnya pada wartawan usai pemusnahan barang bukti Narkotika di kantor Kejari Pessel, Rabu (7/8).

Ketika ditanya lebih detail terkait berapa orang yang bakal terseret dalam kasus pengadaan RSUD Tapan, ia enggan memberikan keterangan secara rinci pada wartawan.

“Belum bisa kita bocorkan ya. Sebab, masih dilakukan pengembangan, yang jelas hasil keterangan dari tersangka bakal kami dalami. Apakah nanti ada pejabat lain yang terlibat dalam kasus ini,” katanya lagi.

Dalam kasus tersebut, setidaknya Kejari Pessel sudah mendakwa sebanyak tiga orang tersangka dengan kerugian negara mencapai Rp1,6 miliar. Namun, pihaknya tetap membidik adanya tersangka baru dalam kasus korupsi itu.

“Rencanananya, Senin (12/8) depan pihak kami bakal menggelar sidang di Pengadilan Tipikor Padang, beragendakan keterangan saksi. Nanti, keterangan itu bakal kami dalami untuk mengungkap tersangka baru,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah ada keterlibatan Pejabat Pessel dalam Kasus tersebut, ia hanya tersenyum. ” Kita lihat saja nanti, yang jelas ada empat sampai enam orang tersangka baru,” tambah Yeni.

Sebelumnya Kejari Pessel, sudah menyeret tiga nama tersangka pada kasus korupsi yang bergulir di RSUD Tapan. Ketiga terdakwa tersebut, yakni WI (pihak manajemen kontruksi), NN (PPK Kementrian Kesehatan) dan FI (penyedia jasa).

BACA JUGA:  Polres Sijunjung Sikat 3 Orang Pemakai dan Pengedar Narkoba di Lokasi Berbeda

Namun, terhadap kasus tersebut tidak menghambat pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan untuk mengucurkan anggaran sekitar Rp12 miliar guna pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tapan.

Sebelumnya, Asrul selaku Direktur RSUD Pratama Tapan kepada wartawan mengakui, Kementrian Kesehatan telah mengucurkan anggaran sekitar Rp12 miliar untuk membangun sejumlah sarana dan prasarana yang ada di RSUD Tapan.

“Pertama Rp6,8 miliar diperuntukan untuk pembangunan IGD, kedua pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Rp4 miliar dan Rp500 juta untuk pengadaan air bersih, yang jelas pusat sudah mengucurkan anggaran Rp12 miliar,” katanya.

Asrul menambahkan, target pembangunannya IGD RSUD Tapan bakal dituntaskan November 2019 ini, sedangkan untuk pengadaan Alkes prosesnya sudah dimulai.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: MALIN MARAJO

Loading...
loading...