Beranda Covid-19 Kasus Covid-19 di Kabupaten Solok 874 Orang, Sembuh 822 Orang, Ini Rinciannya

Kasus Covid-19 di Kabupaten Solok 874 Orang, Sembuh 822 Orang, Ini Rinciannya

Covid-19
Syofiar Syam

Beritanda1–Total warga Kabupaten Solok yang terkonfirmasi Covid-19 sampai hari ini, Senin (8 Maret 2021) adalah sebanyak 874 orang. 

Jumlah itu terdiri dari, sebanyak  25 orang menjalani karantina mandiri, dirawat  6 orang, meninggal  21 orang dan sembuh sebanyak 822 orang.

“Hari ini ada penambahan dua orang kasus positif Covid-19. Keduanya adalah ASN, warga Nagari Kotobaru Kec. Kubung yang merupaka kasus suspek dirawat di RS M. Natsir Solok,” kata Juru bicara Covid-19 Kabupaten Solok Syofiar Syam di Arosuka, Senin (8 Maret 2021).

Selain penambahan kasus konfirmasi, jumlah warga yang sembuh hari juga ada tambahan sebanyak  dua orang. Masing-masing adalah warga Nagari cupak Kecamatan Gunung Talang, merupakan kasus suspek yang dirawat di RSM. Natsir Solok. Kemudian warga Nagari Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak, yang juga merupakan kasus suspek yang dirawat di RSM Natsir.

Sedangkan pemeriksaan spesimen sudah dilakukan sebanyak  9.389 orang dan sebanyak 1.684 berasal dari kegiatan pool test Kabupaten Solok.

Untuk zonasi daerah di Sumatera Barat pada Minggu ke-52  dari tanggal  07  hingga 13 Maret 2021, Kabupaten Solok masih masuk dalam  zona oranye  (resiko sedang) dengan positivity rate (PR)  pada angka 9,3 persen dan skor 2,20.

“Artinya,  semakin tinggi skor, semakin baik pengendalian penyebaran Covid-19 di daerah tersebut,” terangnya.

Berikut 15 indikator kesehatan masyarakat (Indikator Penetapan Zonasi) yang terbagi menjadi 11 (sebelas) indikator epidemiologi, 2 (dua) indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 (dua) pelayanan kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah:

  1. Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  2. Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada
  3. Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  4. Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  6. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  7. Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif
  8. Insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk
  9. Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk
  10. Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk
  11. Jumlah pemeriksaan sample diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1000 penduduk per minggu) pada level provinsi
  12. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu
  13. Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%)
  14. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif COVID-19
  15. Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19.
BACA JUGA:  Guardrail di Jalan Nasional di Pesisir Selatan Digondol Maling, Novermal Yuska Tabik Rabo

 

Reporter: Ismardi

Artikel sebelumyaVaksinasi Tahap I di Kabupaten Solok Lebihi Target Hingga 100,50 Persen, Besok Tahap II
Artikel berikutnyaWakil UIN Imam Bonjol Sambangi Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Ada Apa?