Kapolres Arosuka Bantah Nama Politisi Gerindra JFP Dikaitkan Dengan Tersangka Narkoba

325
Kapolres Solok Arosuka AKBP. Ferry Irawan S.Ik saat memberikan keterangan pers terkait pengungkapan sejumlah kasus Narkoba dan Curanmor yang terjadi di Wilkum Polres Solok di Mapolres Arouska, Snin (12/8). MM

AROSUKA—Kapolres Solok Arosuka AKBP. Ferry Irawan S.Ik membantah adanya pernyataan dan pengakuan salah seorang tersangka narkoba, yang menyeret nama salah seorang anggota DPRD kab. Solok.

“Saya tegaskan, kasus ini murni kriminal, tidak ada kaitannya dengan masalah politik. Tidak ada pengakuan tersangka yang menyebutkan nama anggota dewan,” tegas Kapolres AKBP Ferry Irawan didampingi Wakapolres Kompol Frengky, Kabag Ops Kompol Yuswawi, Kasat Resnarkoba  Iptu Eko Kurniawan dan Kasat Reskrim AKP Denny Ahmad, saat menjawab wartawan di Mapolres Arosuka, Senin, (12/8).

Sebelumnya, Nama politisi yang juga ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Solok Jon Firman Pandu (JFP) dicatut dalam sebuah pemberitaan sebuah media online Portalberitasolok.wordpress.com. dalam berita yang ditayangkan pada tanggal 3 Agustus 2019 tersebut, pada kolom Investigasi sebuah berita berjudul “Tersangka Narkoba Mencatut Nama salah Seorang Anggota DPRD Kab. Solok”.

Dalam berita tersebut disebutkan bahwa salah seorang tersangka RD (22) pernah menjual narkoba jenis Sabu tersebut kepada salah seorang anggota DPRD berinial JFP. Pemberitaan tersebut praktis menimbulkan penafsiran beragam di tengah masyarakat terkait kebenaran berita tersebut, hingga dugaan muatan politis yang begitu kental dalam berita tersebut.

Menjawab hal itu, Kapolres kembali menegaskan bahwa dua tersangka narkoba yang sebelumnya diamankan di nagari Koto Gadang  Guguak oleh Satresnarkoba Polres Solok adalah para pemakai yang baru belajar menggunakan narkoba dan bukan pengedar.

BACA JUGA:  Dapat Kucuran Rp2,3 Miliar dari Pusat, Armada Pengangkut Sampah di Pessel Bertambah

“Siapa yang membuat pengakuan dan itu infonya dari mana..??kami sudah cek ini kepada tersangka RD, dan dia pernah mengatakan hal itu, apa lagi diwawancarai oleh media tersebut,” ucap Kapolres.

Kuat dugaan, bahwa pemberitaan tersebut hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politis semata. Apalagi perebutan kursi ketua DPRD yang memang diperuntukkan kepada Partai gerindra sebagai pemenang Pemilu di Kabupaten Solok.

Secara hirarki organisasi, Nama Jon Firman Pandu dalam kapasitasnya  sebagai ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Solok merupakan kandidat kuat yang akan memegang palu sidang DPRD Kabupaten Solok periode 2019-2024 mendatang.

Atas alasan itu, trik dan intrik tak sehat pun dimainkan untuk mengandaskan peluang JFP sebagai calon ketua DPRD. Hal itu terbukti dari keberadaan berita tersebut yang tersebar luas di lingkungan DPP partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

“ Lucunya, saya malah dapat info berita ini dari DPP Gerindra. Sementara di Solok sendiri, banyak kader partai dan masyarakat yang tidak tahu,” kata Jon F Pandu saat dikonfirmasi terpisah.

Pihaknya mengaku kecewa dan sangat dirugikan dengan pemberitaan yang dinilai tidak tunduk dengan aturan dan ketentuan media sebagai mana tertuang dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers tersebut.

“Di dalam beritanya, saya disebutkan pernah tertangkap dalam kasus narkoba dan minta direhabilitasi. Itu kapan..?? siapa yang menangkap saya..??. dan sebelum pemilu, setiap calon anggota DPRD harus menjalani serangkaian test dulu, termasuk test narkoba,” ucapnya.

Terhadap persoalan ini, pihaknya menegaskan akan mengusut persoalan ini termasuk akan menelusuri portal media yang dinilai sebagai media abal-abal tersebut. “ Saya akan usut, siapa dibelakang ini semua. Karena medianya juga tak jelas, wartawan dan redaksinyapun juga tak jelas. Namun demikian kami tidak akan kehilangan akal untuk melacaknya,” tegas Jon F Pandu.

BACA JUGA:  Keren, Pemilihan Ketua Pemuda Nagari Padang Sibusuk Berasa Pilkada

Reporter: MALIN MARAJO

Loading...
loading...