KAN dan Bundo Kanduang Muaro Paneh Dipati Ambalau, Ini Pesan Wagub NA untuk Ninik Mamak

7
Wagub Sumbar Nasrul Abit Dt Malintang Panai menyalami wali nagari Muaro Paneh ferry Effendi saat menghadiri pelantikan dan pati ambalau KAN dan Bundo kandung Muaro Paneh, Sabtu (31/8) MALIN MARAJO

AROSUKA—Ninik mamak sejatinya memiliki peranan penting dalam menjauhkan generasi muda dari berbagai pengaruh negative dan kemerosotan moral yang kian memprihatinkan. Upaya itu harus terus dilakukan dengan pengenalan nilai-nilai dan norma adat dan agama kepada generasi muda.

Hal itu disampaikan wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat menghadiri pelantikan pati ambalau KAN dan Bundo Kanduang nagari Muaro Paneh periode 2019-2023 yang digelar di aula  SDN 10 Muaro Paneh, Sabtu (31/8).  Tampak hadir Wakil Bupati Solok H. Yulfadri Nurdin, Ketua DPRD kabupaten Solok Jon Pandu, Kabiro Humas Provinsi Sumatera Barat Jasman, Camat Bukit Sundi, forkompimcam, wali nagari se kecamatan Bukit Sundi, Tokoh masyarakat dan pengurus Bundo kandung se-kabupaten Solok.

Selain menyampaikan selamat  kepada pengurus yang baru saja dilantik, Wagub Nasrul Abit mendorong pengurus baru agar bisa merancang program dan berinovasi untuk memberikan kerja nyata dan menyentuh langsung kepada masyarakat. Dirinya bahkan bertekad untuk terus melestarikan adat dan budaya minangkabau, terutama di Sumatera Barat. “Melalui KAN kita perjelas identitas kita sebagai masyarakat minangkabau yang kental dengan adat dan tetap berpedoman pada agama,” ujar NA.

Terkecuali itu, dia sekaligus mengajak kepada ninik mamak untuk mengenalkan kembali kepada generasi muda mengenai adat dan budaya agar adanya perhatian lebih dari mereka. Dia menekankan kepada niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai dan bundo kanduang untuk menjaga anak kemenakan serta generai muda dari bahaya perilaku menyimpang (penggunaan narkotika, pergaulan bebas dan LGBT)

BACA JUGA:  Ny. Dewi Sutan Riska Bawa Penghargaan Manggala Karya Kencana ke Dharmasraya

“Peran ninik mamak dirumah gadang sudah tergerus. Antara mamak dan kemenakan ada yang tidak akur. Ini jelas petaka dalam keluarga tersebut. Jadi, persoalan inilah yang menjadi PR bagi KAN kedepan,” tegas Datuk Malintang Panai ini.

NA berharap, semoga kedepan kepengurusan KAN ini dapat berperan besar dalam membangun  melalui musyawarah, mufakat untuk kemajuan nagari dan masyarakat, dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan adat dalam nagari.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin juga  menaruh harapan kepada kepengurusan KAN ini, untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan baik di tingkat nagari maupun di kabupaten sendiri, khususnya dalam bidang pelestarian adat yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. “Pengurus yang sudah dilantik, agar mampu menjalin komunikasi dengan seluruh tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ucap Wabup.

Wabup mengatakan, masyarakat nagari yang merupakan komunitas masyarakat minangkabau, sampai saat ini masih mengakui kedudukan KAN sebagai forum musyawarah mufakat tertinggi dari niniak mamak pemangku adat. Sebagai pemimpin informal yang masih dihormati dan dimuliakan oleh anak kemenakan diharapkan agar dapat lebih memposisikan diri dan mengambil peran ditengah-tengah masyarakat. “Dengan adanya semangat dan program yang jelas dari Ketua KAN yang baru ini, pemerintah daerah mendukung semua rencana ini, asalkan bersifat positif dan membangun,” ujarnya.

Terhadap harapan itu, Ketua KAN Muaro Paneh Elson Dt Rajo Gamuyang berharap kepada seluruh pengurus agar selalu bekerja sama dan sairiang sajalan dalam membimbing anak kemenakan,  untuk memahami aturan adat baik dari segi berpakaian maupun bertingkah laku dan memehami norma-norma adat yang berlaku di nagari dan di minangkabau. “Mari kita bangun bersama nagari ini dengan menguatkan peran mamak dalam keluarga dan mengarahkan kemenakan ke arah yang positif,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pensiun, Dua Personil Polres Solok Dilepas Dalam Suasana Haru Biru

Reporter: MALIN MARAJO

Loading...
loading...