Kampung Tageh Covid-19, Ini Persiapan yang Dilakukan Nagari Jawi-jawi Solok

317
Kampung Tageh
Asisten Koordinasi Bidang Pemerintahan Edisar, SH. M. Hum memimpin rapat koordinasi dalam rangka persiapan nagari Jawi-jawi kec. Gunung Talang sebagai Kampung tageh dalam penanganan dan pencegahan Covid-19, Senin (22/6).

Beritanda1—Sebagai nagari yang dipersiapkan menjadi Kampung Tageh (Kampung Tangguh) dalam pencegahan dan penanggulangan Covid 19, Nagari Jawi-jawi di kecamatan Gunung Talang terus berbenah. 

 

Upaya itu terlihat dari persiapan dan pendampingan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Solok dan Polres Solok terhadap nagari tersebut dalam rapat koordinasi di Almubaroqah, Senin 22 Juni 2020.

Pada rakor yang dipimpin oleh Asisten koordinasi bidang pemerintahan Edisar, SH. M. Hum tersebut dibahas sejumlah kesiapan sebagai barometer penilaian nagari jawi-jawi sebagai salah satu Kampung Tangguh Nusantara dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 yang akan dilaunching secara serentak pada 1 Juli 2020.

“Kampung Tangguh Nusantara merupakan program nasional dari Polri, kita di kabupaten Solok memberi nama dengan Kampung Tageh Covid-19,” ujar Edisar kepada Beritanda1.com, Selasa 23 Juni 2020. Turut hadir Wakapolres Solok, Askor Bidang Ekbang Kesra, Medison, S.Sos. M.Si, SKPD terkait, Camat Gunung Talang, Wali Nagari Jawi-Jawi, Tokoh Masyarakat,  Ninik Mamak dan Cadiak Pandai.

Guna mensukseskan program tersebut, Pemerintah kabupaten Solok, kata Edisar memfasilitasi persiapan yang dilakukan dengan melakukan pembenahan terhadap 3 sektor utama.  Tiga sektor tersebut adalah Kesehatan dengan pembentukan posko, penerapan pola hidup sehat, Sosial ekonomi melalui pembangunan soft skill ketahanan pangan dan  sektor keamanan dengan adanya penerapan SOP pelanggaran kejahatan ringan, meningkatkan sistem kemanan kampung.

“Konsep Kampung Tageh ini menitik beratkan peran serta elemen masyarakat sehingga penyebaran covid-19 dapat dicegah dan kampung tersebut mempunyai daya cegah penyebaran covid-19,” bebernya.

Pemilihan nagari Jawi-jawi dan nagari Sungai Durian di Kec. IX Koto Sungai Lasi sebagai Kampung Tageh ini kata Edisar diukur dari tingkat ketahanan nagari tersebut dalam menghadapi Covid-19 selama ini. Nagari yang ditetapkan sebagai kampung tageh covid-19 ini harus berada di zona hijau. Tidak boleh yang berada di zona kuning, apalagi zona merah.

BACA JUGA:  Dikembalikan Dalam Bentuk Bantuan 200 Persen Baznas Kab Solok Dorong UPZ Nagari Tingkatkan Potensi Zakat

“Dari hasil evaluasi yang dilakukan, Bupati menetapkan kedua nagari ini sebagai Kampung Tageh Covid-19 karena tingkat kerawanan dalam penyebaran Covid-19 yang sangat minim,” bebernya.

Setelah dilauching pada 1 Juli mendatang, akan ada penilaian dari tim Polda Sumbar terhadap nagari yang ditunjuk tersebut. Tujuannya memutus mata rantai covid-19, membentuk masyarakat akan waspada bahaya covid-19, membangun solidaritas antar warga, meminimalisir dampak sosial ekonomi karena covid-19.  Kampung tangguh ini memiliki konsep ketahanan pangan yang hasil panennya dapat di panen dibawah 75 hari.

Sementara itu Askor Bidang Ekbang Kesra mengungkapkan, secara tekhnis persiapan akan diserahkan kepada masing-masing SKPD terkait. Pemkab Solok juga akan  menerbitkan SK Bupati tentang pilot project kampung tageh Covid-19 sebagai dasar untuk pelaksanaan kegiatan.

“ Kami juga membentuk tim pembina kampung tageh Covid-19,  untuk melakukan pembinaan oleh masing-masing SKPD terhadap pelaksanaan kegiatan ini nantinya,” terangnya.

Medison menegaskan, seluruh SKPD bertanggungjawab terhadap persiapan pelaksanaan kegiatan ini dengan menyiapkan SOP terkait dengan bidang masing-masing oleh SKPD terkait. “ Untuk SOP Bidang Sosial ekonomi adalah tanggung jawab Kabag Perek, SOP Bidang Kesehatan oleh Kadis Kesehatan dan SOP Bidang Trantib oleh Kasat Pol PP,” jelasnya.

Sementara itu, Wali nagari agar menggalang dan mengikutsertakan partisipasi seluruh masyarakat dalam rangka mensukseskan kegiatan ini. Partisipasi itu diwujudkan dengan menyiapkan posko sesuai dengan bidang, yakni Posko Bidang Kesehatan,  Posko Bidang Ketahanan Pangan dan Posko Tramtib, termasuk kelengkapannya berupa data-data, Peta dan lainnya.

“Kami juga melakukan subsidi silang, khususnya bagi warga yang belum terakomodir terhadap bantuan BLT dari Pusat, Propinsi,  Kabupaten dan Nagari,” pungkas Medison.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...