Wow, 7 Karya Budaya Pessel Masuk WBTB

17

 

PAINAN–Peringatan Bupati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 74 menjadi momentum istimewa bagi Kabupaten¬† Pesisir Selatan. Pasalnya sebanyak tujuh karya budaya di daerah itu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia tahun 2019.

“Benar, ini merupakan sejarah bagi masyarakat Pesisir Selatan. Sebab, secara nasional karya budaya daerah kita paling banyak ditetapkan menjadi WBTB Indonesia,” ujar Bupati Hendrajoni pada wartawan di Painan, Jumat (16/8).

Penetapan tujuh karya budaya tersebut kata Bupati,m tahapan sidang penetapan WBTB Indonesia pada Direktorat Warisan budaya dan diplomasi budaya Ditjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sejak tanggal 13 sampai 16 Agustus 2019.

“Dari tujuh karya budaya yang ditetapkan tersebut, empat diantaranya yang paling dominan merupakan seni pertunjukan, yakni Rabab, Tari Benten, Tari Sikambang, dan Tari Kain,” tuturnya.

Sementara itu, dua diantaranya merupakan domain tradisi dan ekspresi, Anak Balam dan Patang Balimau. Dan satu lagi berupa tradisi dan ekspresi lisan, yakni Badampiang.

“Penetapan ini telah melewati sejumlah tahapan dan prosedur sejak Februari 2019. Sebanyak 52 karya budaya WBTB diusulkan oleh 16 kabupaten/kota yang ada di Sumbar,” ucapnya lagi.

Lebih jauh dijelaskan, setelah dilakukan seleksi kemudian mengerucut menjadi 32 karya budaya yang disampaikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Warisan Budaya dan Diplomasi Budaya untuk diverifikasi.

“Ya, dari sanalah ditetapkan tujuh karya budaya Pesisir Selatan sebagai WTBD bersama 13 karya budaya lainnya yang ada di Sumbar,” tuturnya.

BACA JUGA:  Percepat Pembangunan Jalur Dua Salido-Bukit Putus Painan, Tim PJN II Padang Survei Lokasi

Bupati menuturkan, sesuai informasi yang diterima pihaknya melalui Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB akan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat ke daerah masing-masing.

“Sertifikat bakal diserahkan bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) pada Oktober 2019 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke Gubernur Sumatera Barat,” katanya menjelaskan.

Kendati demikian, lanjut bupati, penerimaan sertifikat bukanlah tujuan akhir dari segalanya. Ia bersama dinas terkait terus berkomitmen kuat menjadikan budaya Pesisir Selatan masuk pada kurikulum pendidikan di daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu.

“Sebab, kegiatan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan,” tuturnya mengakhiri.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: Malin Marajo

 

Loading...
loading...