Kabut Asap Makin Menghawatirkan, Bupati Pessel Keluarkan Edaran, Ini Isinya.

PAINAN–Kabut asap yang menyelelimuti wilayah Sumatera Barat akibat kebakaran hutan di negeri tetangga kian menghawatirkan. Menyikapi itu, pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mengimbau kepada masyarakat setempat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.
Hal itu terungkap dalam surat yang diteken Bupati Pesisir Selatan tanggal 19 September 2019. Surat itu ditujukan kepada seluruh Camat se Kabupaten Pesisir Selatan. Selain itu, surat juga ditujukan pada Wali Nagari yang tersebar pada 182 di daerah itu.
“Camat dan Wali Nagari diminta agar memberitahukan kondisi ini pada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah,” katanya pada wartawan di Painan, Minggu (22/9).
Ia mengatakan, selain mengurangi aktivitas diluar rumah, masyarakat yang berdomisili dan beraktivitas di kawasan hutan juga diminta untuk tidak melakukan perambahan dan pembakaran hutan atau lahan yang berhubungan dengan situasi kabut asap saat ini.
“Selain itu, saya juga menegaskan pada masyarakat tentang batas jam operasional dan penampilan artis orgen tunggal yang kian meresahkan masyarakat. Himbauan ini perlu kita sikapi secara bersama-sama,” ujarnya.
Berikut isi surat imbauan Bupati Pessel,
Menyikapi situasi dan kondisi kabut asap yang sudah mulai merebak dan menyelimuti Kabupaten Pesisir Selatan akibat pembakaran hutan dan lahan pada daerah tetangga yaitu Provinsi Riau, Jambi dan Sumatra Selatan akhir-akhir ini. Termasuk juga jam operasional dan penampilan artis orgen tunggal yang sudah meresahkan masyarakat.
Maka bersama ini kami sampaikan surat himbauan kepada saudara semua sebagai berikut:
1. Memberitahukan kepada masyarakat melalui wali nagari agar mengurangi aktivitas di luar rumah yang akan menimbulkan penyakit yang bersumber
dari menghirup udara yang tidak sehat
atau ISPU (Indeks Standar Polusi Udara / Air Polution Indecs), seperti penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
2. Mencegah dan melarang masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di dekat hutan, agar tidak melakukan perambahan dan pembakaran hutan atau lahan.
3. Memasang spanduk yang berisi himbauan dan larangan kepada masyarakat di tempat-tempat yang strategis tentang,
a. bahaya pembakaran hutan dan lahan
yang mengakibatkan polusi udara dan sumber penyakit bagi masyarakat.
b. jam operasional hiburan orgen tunggal maksimal sampai pukul 18.00 wib sore. (sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor 01 Tahun 2016 tentang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum).
Demikian himbauan ini disampaikan kepada saudara semua untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Ditandatangani Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, S.H., M.H di Painan.
Tanggal 19 September 2019. 
Reporter: OKIS ROCKIN
Editor: MALIN MARAJO

Facebook Comments

BACA JUGA:  Hebat, Kabupaten Pasaman Dianugerahi Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019
loading...