Kabut Asap Kembali Cemari Kualitas Udara Kabupaten Solok

Dilesimuti kabut asap membuat ondisi udara mulai menganggu pandangan pengguna jalan raya

AROSUKA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di negeri tetangga, kembali menyelimuti kawasan Kabupaten Solok dan sekitarnya. Bahkan kondisinya kian pekat dan masuk kepada level tidak sehat.

Pantauan beritanda1.com, sejak Senin (14/10), kondisi asap mulai menyelimuti kawasan penghasil beras itu. Puncaknya pada Rabu (16/10) pagi, jarak pandang makin berkurang dari hari sebelumnya atau kurang dari 500 meter.  ” Dalam dua hari terakhir memang kwalitas udara di Kab. Solok aerosol partikel Matter (PM10)berada di level sedang. Sementara pagi ini dari pantauan stasiuan BMKG Bukit Koto Tabang, kwalitas udara masuk level tidak sehat di mana angka PM10 di daerah ini berada di angka 152 Ug/m3,” ujar Kalaksana BPBD Kab. Solok Drs. Armen AP MM, melalui telephone selulernya, Rabu (16/10).

Kondisi asap yang semakin pekat tersebut kata Armen dikhawatirkan akan berdampak kurang baik terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia dan mansyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernafasan.  ” Kami tetap menghimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sementara bagi yang beraktivitas di luar ruangan agar tetap menggunakan masker,” ucapnya.

Meski sempat diguyur hujan pekan lalu, namun kondisi udara tetap menghantui masyarakat akan adanya ancaman gangguan pernafasan. Warga berharap, pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan seperti yang dilakukan pada beberapa waktu lalu dengan meliburkan sekolah di daerah itu.  “Kami khawatir dengan anak-anak, jika terus sekolah dan beraktivitas di luar ruangan akan terserang ispa. Selain itu, kabut asap ini juga mulai membuat mata perih,” kata Fatmiarti (58) warga nagari Cupak Kec. Gunung Talang.

Menyikapi itu, Bupati Solok Gusmal menyebutkan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dengan dinas terkait untuk memantau kondisi cuaca dan indeks kerawanan kesehatan masyarakat di daerah itu. ” Kami akan evaluasi dulu bersama dinas terkait. Berdasarkan itu, nanti kami akan membuat keputusan menyikapi kondisi ini,” kata Bupati.

BACA JUGA:  10 Tahun Bergolak, Sengkarut Tanah 765 Tuntas. FNTS Apresiasi Kapolda Sumbar

Reporter: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...