Kabupaten Solok Sambut New Normal dengan Protokoler Kesehatan

sosialisasi
Bupati Solok H. Gusmal dan jajaran melakukan sosialisasi pnerapan new normal dihadapan Camat dan Wali Nagari, Rabu (3/6) di ruang Solok Nan Indah Arosuka

Beritanda1 – Menjelang berakhirnya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua tanggal 7 Juni 2020, Pemerintah Kabupaten Solok sekaligus memperkenalkan pedoman pola hidup baru (New Normal) kepada masyarakat setempat.

 

Sebagai upaya sosialisasi new normal yang rencacanya diterapkan tanggal 8 Juni mendatang,  Bupati Solok H. Gusmal ikut mensosialisasikan bersama Askor Pemerintahan Edisar,  Kadis DPMN Feris Novel, Kasdim 0309 Solok, Kejari Solok, Kabag Ops Polres Solok, Kabag Pemerintahan Syahrial dan Kabag Kesra, Camat dan Wali Nagari se Kabupaten Solok, Rabu (3/6) di ruang Solok Nan Indah Arosuka.

Membuka sosialisasi tersebut,  Bupati Solok H. Gusmal mereviuw, bahwa PSBB sudah 2 kali di perpanjang di kabupaten Solok. “ Sudah sebulan lebih kita berada di masa PSBB. Sampai hari ini kita masih dalam masa PSBB sampai dengan tgl 7 Juni 2020,” ingatnya.

Setelah selesai PSBB tanggal 7 Juni 2020, ulas Gusmal, Gubernur Sumbar akan mengadakan rapat lewat Vidcon dengan Bupati/ Walikota se Sumatera Barat pada Minggu  akan datang untuk memutuskan apakah akan PSBB lagi atau memasuki new normal.

“ Kalau PSBB diperpanjang di kab Solok, kita akan kesulitan. Sebab semuanya dibatasi. Ekonomi kita bisa stagnan, karena itu kita tunggu keputusan  tanggal 7 Juni 2020 lusa, “ sebut Gusmal.

Sosialisasi
Camat dan para wali nagari mengikuti sosialisasi penerapan new normal bersama bupati Solok, Rabu (3/6)

Terkait penerapan kehidupan era baru,  menurut Gusmal, intinya adalah memperlonggar pembatasan. Artinya semua yang produktif dan aktif, harus aman dan harus menjalankan protokoler kesehatan. Setiap aktifitas harus disesuaikan dengan protokoler kesehatan,  itu yang disebut dengan new normal.

Menurut Gusmal,  basis new normal di Kabupaten Solok berada di kecamatan dan di nagari. Semua akan bekerja keras. Untuk menertibkan semua aktifitas, pemerintah pusat menurunkan TNI, Polri sebanyak 340 ribu di 4 propinsi. Propinsi DKI, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo. TNI, Polri diturunkan untuk mendisiplinkan masyarakat. Ada objek-objek yang dikawal seperti pasar-pasar, dalam rangka menertibkan kehidupan masyarakat di berbagai sektor. “ Para Camat, Wali Nagari, harus menjajaki dari sekarang. Seperti mengarahkan pengurus pasar, pengurus masjid dan tempat sosial lainya untuk menjalankan protokoler kesehatan dalam memasuki tatanan kehidupan baru new normal,” beber Bupati Gusmal.

BACA JUGA:  Sansong Pilkada 2020, Kadis Kominfo Pasaman Rapat Virtual dengan Kapuspen Kemendagri

Atas penjelasan bupati Solok itu, semua elemen di Kabupaten Solok melaksanakan tatanan kehidupan baru ( New Normal). Alasannya,  kehidupan masyarakat dari segi kesehatan maupun dari segi sosial dan ekonomi harus segera dipulihkan dengan melakukan perubahan perilaku atau menerapkan kehidupan pola hidup baru dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.  “ Kita perlu mengembalikan kepercayaan diri masyarakat melalui perubahan perilaku dengan menerapkan pola hidup baru dalam beraktifitas,” ingat Gusmal.

Bupati Solok sekaligus  mengingatkan soal  menumbuhkembangkan kreatifitas dan inovasi guna melahirkan terobosan baru di bidang kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid 19. “ Adaptasi untuk pembiasaan tata cara beraktifitas sehari-hari perlu terus dilakukan, seperti sering mencuci tangan pakai sabun pembersih, memakai masker, menjaga jadak, serta meniadakan budaya berpelukan dan bersalaman,” ingatnya.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...