Beranda Birokrasi Kabupaten Dharmasraya Persiapkan Diri Menuju Era New Normal

Kabupaten Dharmasraya Persiapkan Diri Menuju Era New Normal

Rapat
Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan pimpin rapat bersama kepala OPD persiapan menuju era new normal, Jumat (5/6)

Beritanda1 – Agar lebih matang dalam menjalankan tatanan kehidupan baru untuk beradaptasi dengan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menggelar rapat bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mengatur strategi memasuki era new normal.

Rapat yang dipandu Sekda H. Adlisman,  Jumat (5/6) di  gedung auditorium  setempat, bertujuan untuk memaksimalkan penerapan tahapan new normal berdasarkan protokoler kesehatan, sehingga pelaksanaannya dapat dipatuhi secara bersama.

Dalam arahannya, Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan  menjelaskan,  syarat untuk menerapkan new normal telah diatur dalam keputusan Menteri Dalam Negeri No: 440-842/2020, menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi No :58/2020, tentang sistem kerja pegawai aparatur sipil negara dalam tatanan normal baru.

Selanjutnya kepada seluruh camat agar selalu berkoordinasi secara kontiniu dengan pihak kenagarian agar tidak bepergian selama masa pandemi.

“Tidak ada tawar-menawar dalam menghadapi pandemi ini. Semua kita diminta untuk  mengajak masyarakat lebih mematuhi aturan dalam menjalankan new normal. Adapun bagi OPD, agar dapat mempersiapkan segala kebutuhan tentang protokol kesehatan kepada masyarakat,” tegas Sutan Riska.

Sementara itu, Sekda Dharmasaya H Adlisman memaparkan bahwa sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) dalam tatanan normal baru di lingkungan pemerintah provinsi Sumatera Barat, berpedoman kepada Kepmendagri No : 440-842/2020, atas tindak lanjut SE Menpan-RB No : 58/2020 tentang sistem kerja pegawai aparatur sipil negara dalam tatanan normal baru.

Opd
Para Kepala Opd Dilingkungan Pemkab Dharmasraya Ikuti Rapat Bersama Bupati Sutan Riska

Ada beberapa poin penyesuaian sistem kerja untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi kinerja instansi dapat berjalan efektif. Memastikan pelaksanaan pelayanan publik tetap berjalan efektif sesuai protokol pencegahan Covid-19 pada instansi pemerintah. Mencegah, mengendalikan, mengurangi resiko penyebaran Covid-19 khususnya pada instansi.

BACA JUGA:  Terkait Pemberhentian Sementara Erizon Sebagai Sekda, Ini Kata Bupati Pessel

Demi menjamin kelancaran pelayanan publik, pihak OPD agar melakukan penyederhanaan alur pelayanan, proses bisnis dan SOP pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Menggunakan media informasi untuk penyampaian standar pelayanan baru yang sesuai dengan protokol Covid-19. Menggunakan media komunikasi online sebagai wadah konsultasi maupun pengaduan pelayanan.

Selanjutnya, Bupati memastikan bahwa output dari produk pelayanan dilakukan secara online maupun offline tetap sesuai dengan standar telah ditetapkan. Memperhatikan jarak aman (physical distancing), kesehatan, dan keselamatan pegawai yang memberikan pelayanan langsung. Menyediakan fasilitas cuci tangan dan sabun atau hand sanitisier pada area pelayanan publik. Menata ruang kantor dengan memperhatikan jarak tempat duduk sesuai protokol kesehatan Covid-19 sesuai dengan kondisi ruangan yang ada. Wajib menggunakan masker, Melakukan pengecekan suhu tubuh pada setiap pagi sebelum masuk kantor, Menyediakan ruang isolasi sementara jika terdapat pegawai yang mengalami gejala Covid-19.

Terpenting lagi ketentuan penyesuaian sistem kerja ASN, taat ketentuan jam kerja sesuai peraturan perundang-undangan kepegawaian, dan tetap beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19 di wilayah kerja masing-masing.

Mewujudkan budaya kerja yang adaptif dan berintegritas guna meningkatkan kinerja ASN. Melalui fleksibilitas dalam pengaturan lokasi bekerja, meliputi pelaksanaan tugas kedinasan di kantor(Work From Office) dan di Rumah (Work From Home).

Kepala OPD harus mengatur sistem kerja yang akuntabel dan selektif dilingkungan unit kerja masing-masing untuk pegawai ASN yang dapat melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from office) dan/atau di rumah/tempat tinggal (work from home) dengan memperhatikan kondisi penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.

Reporter: S Hanif

 

Artikel sebelumyaJumat Berkah, 5 Warga Payakumbuh Sembuh dari Covid 19
Artikel berikutnyaPakai Protokol Kesehatan, 17 Mesjid di Payakumbuh Sudah Gelar Salat Jumat