Beranda Birokrasi Jalin Kerjasama, Kabupaten Pasaman dan Limapuluh Kota Sepakat Lanjutkan Jalan Penghubung...

Jalin Kerjasama, Kabupaten Pasaman dan Limapuluh Kota Sepakat Lanjutkan Jalan Penghubung Bonjo-Gunuang Omeh

kabupaten
Bupati Benny Utama tandatangani Naskah Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan Limapuluh Kota, di aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Selasa (13 Juli 2021).

Beritanda1 – Pemerintah Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Limapuluh Kota menjalin kerjasama guna menggerakkan  ekonomi secara bersama.

Langkah kerjasama kedua daerah bertetangga itu diwujudkan dengan   membuka akses jalan penghubung antara Jorong Tanjuang Bungo, Kenagarian Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjo dengan Jorong Puah Data, Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh.

Terkait akad kerjasama tersebut,  Bupati Pasaman Benny Utama mengemukakan, akses jalan penghubung  dua wilayah  itu perlu dilanjutkan kembali, agar memberikan manfaat lebih kepada masyarakat.

Untuk mengoptimalkan potensi daerah, kesepakatan antar daerah dapat menjadi salah satu alternatif inovasi atau konsep yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas, sinergis dan saling menguntungkan, terutama dalam bidang-bidang yang menyangkut kepentingan lintas wilayah.

” Dengan dibukanya akses jalan  penghubung yang layak untuk dilalui  masyarakat, memberikan dampak baik secara ekonomi. Pembukaan jalan ini tentu dengan kajian-kajian para ahli sehingga betul-betul bermanfaat.” Kata Benny jelang penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, di aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Selasa (13 Juli 2021).

Dikatakan, Kabupaten Pasaman merupakan wilayah penghasil ikan air tawar  terbesar di Sumatera Barat. Hingga 2019 lalu, luas areal perikanan di daerah itu mencapai 4.332 Ha, dengan jumlah produksi sebanyak 53.540,26 ton pertahun.

Foto
Foto Bersama Bupati Dengan Anggota Dprd Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda  Pasaman Dan  Limapuluh Kota, Pimpinan Dprd  Limapuluh Kota Serta Tim Koordinasi Kerjasama Kabupaten Limapuluh Kota.
Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama.

Pemkab Pasaman, tambah Benny Utama, juga menetapkan beberapa kecamatan  sebagai percontohan sentra budidaya ikan air tawar (minapolitan). Adapun daerah percontohan tersebut, meliputi kecamatan Rao dan Rao Selatan. Sementara kawasan penyangga yakni Padang Gelugur, Panti dan Bonjol.

“Kabupaten Pasaman merupakan wilayah penghasil ikan air tawar di Sumatera Barat. Tentu bentuk kerjasama lain juga akan kita lakukan. Selain itu, sejarah juga mencatat, Bonjo dan Kototinggi memiliki historis perjuangan pahlawan bangsa,” papar Benny.

BACA JUGA:  Hendak Jual Sabu Kepada Petugas, Dua Warga Kota Solok Kembali Ditangkap

Menyambut itu,  Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo mengatakan, UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah lebih tegas  memberikan legalitas yang besar untuk dilaksanakan kerjasama pembangunan daerah yang bertetangga. Tidak dapat dipungkiri, bahwa maju mundurnya satu daerah juga bergantung pada daerah-daerah lain, khususnya daerah yang berdekatan.

“Kita ingin mengoptimalkan potensi daerah dan mendorong terjadinya pengembangan ekonomi. Ini sekaligus  sebagai langkah-langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat untuk menjadi lebih efisien dan efektif.” Kata Safaruddin.

Disebutkan Safaruddin, Jalan penghubung Bonjo dengan Puah Data dirintis oleh kepala daerah Limapuluh Kota terdahulu, yakni Aziz Zaili dengan (Purn.) H. Taufik Martha Bupati Pasaman 2 periode 1990-1995 dan 1995-2000.

Pada kesempatan, di depan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Komisi IV, Safaruddin juga menyampaikan kondisi ruas jalan provinsi dalam kondisi yang tidak layak.

“Bisa dilihat dan dirasakan langsung, beberapa ruas jalan berstatus provinsi yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Kebetulan di depan Komisi IV DPRD Provinsi Sumbar, aspirasi Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota ini saya sampaikan langsung.” Sebut Safaruddin.

Safaruddin berharap obsesi dua daerah bertetangga ini menjadi satu jembatan yang dapat menjadi sebuah potensi pembangunan yang saling menguntungkan. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas daerah dalam penggunaan sumberdaya secara lebih optimal dan pengembangan ekonomi lokal untuk menekan angka kemiskinan.

“Harapan yang sama dengan visi terwujudnya masyarakat  Pasaman yang lebih baik dan bermartabat dan Kabupaten Limapuluh Kota dengan visinya mewujudkan Limapuluh Kota yang madani, beradat dan berbudaya dalam kerangka adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” harap Safaruddin.

Turut menyaksikan penandatanganan naskah kesepakatan bersama itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda  Pasaman dan  Limapuluh Kota, Pimpinan DPRD  Limapuluh Kota serta tim koordinasi kerjasama Kabupaten Limapuluh Kota.

BACA JUGA:  Terus Bertambah, 938 Warga Pessel Sembuh dari Covid-19

Reporter: Mardikola Tri Rahmadi

Artikel sebelumyaRatusan Masyarakat Ikuti Vaksinasi Massal yang Digelar PMI Kota Solok
Artikel berikutnyaMantap, 42 Nagari Dari Kabupaten Limapuluh Kota Ikuti ADWI 2021