Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah Ibu dan Anak Korban Rusuh Wamena

PAINAN–Dua jenazah korban kerusuhan di Wamena Papua, hari ini sampai di rumah duka tepatnya di Kampung Limpaso, Nagari Taluak Limpaso, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Isak tangis keluarga pecah mewarnai detik-detik kedatangan jenazah di rumah duka, Kamis (26/9) sekitar pukul 17.00 Wib.
Sebelumnya di lokasi terlihat, ratusan warga setempat dan pihak keluarga korban kerusuhan atas nama Nofriyanty (40) dan anaknya Ibnu (8) sudah menunggu sejak pukul 13.00 Wib dikediamannya.
“Benar, kabarnya jenazah sudah sampai di BIM Padang sekitar pukul 16.00 WIB tadi. Sekarang kami menunggu kedatangannya,” Kata Iyal (36) warga setempat saat berada dirumah duka.
Diketahui, sekitar pukul 18.00 Wib suara sarine mobil ambulan membawa jenazah sudah mulai mendekati rumah duka. Spontan ratusan masyarakat dan keluarga korban berlarian keluar untuk menyambut kedatangan korban. Tak hanya itu, isak tangis dan teriakan histeris mulai pecah ketika mobil ambulan mulai mendekati halaman rumah korban.
Terlihat, rombongan mobil pembawa jenazah dipimpin oleh mobil Patwal kepolisian Polres Pessel yang berada pada garis depan, selanjutnya di iringi mobil Bupati Hendrajoni BA 1 G disertai empat mobil ambulans pembawa jenazah. Tak hanya itu, iringan juga disertai sejumlah mobil dinas Pemkab Pessel dan rombongan keluarga yang sempat ikut dari BIM Padang.
Saat rombongan sampai dirumah duka, puluhan pemuda berbadan tegap tampak berlarian mengejar mobil ambulans dan menyambut kedatangan dua korban yang diturunkan di rumah duka. Selanjutnya mobil ambulanc melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Lengayang.
“Ondeh yo malang bana nasib kau, piek. Baa kok mode iko bana nan jadinyo. (Sungguh malang nasibmu, nak. Kenapa harus ini yang terjadi, red),” tutur seorang perempuan setengah baya di lokasi.
Diantara kerumunan warga dirumah duka, juga terdengar teriakan histeris bahkan ada yang sampai tidak sadar diri.
Bahkan, tangisan tidak hanya terdengar dari kaum ibu-ibu saja, isak tangis juga datang dari seorang Bapak Malin (65) yang merupakan keluarga korban.
“Benar, Bang. Itu yang menangis adalah Ibu Iyu (60) beliau keluarga korban termasuk juga kakak dan adik sepupunya,” ucap Rizal (22) warga setempat.
Hingga kepergian rombongan ke Kecamatan Lengayang, isak tangis keluarga dan warga sekitar masih terdengar lirih di telinga, bahkan tanpa sengaja air mata penulis pun ikut menetes menyaksikan suasana haru di rumah duka tersebut.
Informasi yang diterima di lapangan, dua jenazah ibu dan anak bakal dikebumikan malam ini di tempat pemakaman umum (TPU) keluarganya di Kampuang Taluak, Kecamatan Batangkapas.
Reporter: OKIS ROCKIN
Editor: MALIN MARAJO

Facebook Comments

BACA JUGA:  Bupati Hendrajoni Pastikan Proyek Pembangunan IGD RSUD Pratama Tapan Tak Bermasalah
loading...