Intip Kehidupan Suku Anak Dalam, Kapolres Solsel Takjub

Suku Anak Dalam bersama Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto dan jajaran di Kecamatan Sangir Jujuan, Solsel, Rabu (10/7). IST

SOLOK SELATAN—Hidup  di alam liar dengan gaya hidup primitif salah satu cara tradisional nan masih dipertahankan Suku Anak Dalam. Keberadaan suku terasing ini, masih bisa dijumpai di Solok Selatan (Solsel), terutama di Kecamatan Sangir Jujuan.

Keunikan warga suku anak dalam ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto untuk berinteraksi dengan masyarakat yang selama ini hidup menyatu dengan alam raya tersebut.

“Primitif bukan berarti punya pemikiran terbelakang. Suku Anak Dalam justru lebih menjaga alam dan lingkungan. Mereka menyatu dengan alam,” sebut Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto saat berkesempatan berinteraksi dengan Suku Anak Dalam di Kecamatan Sangir Jujuan, Solsel, Rabu (10/7).

Kapolres menyebutkan,  kunjungan ke Suku Anak Dalam tersebut, merupakan serangkaian dengan kegiatan syukuran HUT Bhayangkara ke-73. Setelah melakukan upacara di tugu PDRI Nagari Bidar Alam bersama PJU Polres Solsel, Bhayangkari, TNI serta para Raja dan Ninik mamak, Bundo Kandung dan seluruh unsur Forkompinda serta Wali Nagari se-Solsel.

Bagi Kapolres, bertemu dengan masyarakat  Suku Anak Dalam adalah kali pertama dilakukannya. Pasalnya,  selama ini dirinya hanya mendengar keberadaan Suku Anak Dalam hanya dari cerita yang berkembang di tengah masyarakat.

“Tadi saya berinteraksi dengan kepala sukunya yang bisa berkomunikasi. Mereka awalnya canggung, namun setelah dilakukan pendekatan akhirnya mau berinteraksi dengan kami. Mereka juga manusia yang menjadi bagian dari republik ini yang patut dilayani,” katanya.

Bisa berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan Suku Anak Dalam, jelas membawa kebahagiaan tersendiri bagi Kapolres yang hadir didampingi sang istri. Faktanya selama ini, suku anak dalam dikenal sangat tertutup dengan dunia luar. ” Ini salah satu kekayaan budaya Indonesia yang harus dirawat dan harus dijaga,” katanya.

BACA JUGA:  Ditengah Pandemi Covid-19, PLN UP3 Solok Gelar Kesiapan Pelayanan Teknik

Gaya hidup Suku Anak Dalam ternyata juga membuat orang nomor satu di Mapolres Solok Selatan ini takjub. Tinggal dibawah pohon dengan atap plastik, berlantaikan tanah dan mengenakan pakaian seadanya. Menyatu dengan alam, dinginnya malam seakan tidak dirasakan.

“Tadi, ada sekitar dua kelompok suku ini, terdiri dari anak-anak, kaum wanita dan pria. Mereka melakoni pekerjaan berburu babi dan bertanam jenis umbi-umbian. Tak jarang, hasil buruan dijual. Mereka sudah mengenal uang namun tidak bisa hidup di lingkungan warga, Suku Anak Dalam lebih memilih hidup dalam hutan dengan cara nomaden (berpindah tempat),” ucapnya.

Reporter : JO

Editor : MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...