Hiu Tutul Terdampar di Pessel Akibat Fenomena Alam 2 Musim

PAINAN– Peristiwa terdamparnya Hiu Tutul bernama latin di perairan laut Pesisir Selatan membuat warga setempat bertanya-tanya dan bingung. Pasalnya, peristiwa itu sudah sering terjadi.

Firdaus selaku Kabid Pemberdayaan dan Pembudidaya pada Dinas Perikanan Pessel menyebutkan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan hewan fauna bernama latin Rhincodon Typus itu terdampar. Faktor pertama adalah hewan berukuran raksasa tersebut terdampar saat mencari makan hingga menyasar perairan dangkal.

“Sekarang kan sudah masuk musim udang reborn (udang sayia, red). Sebelumnya juga ada musim ikan cabe-cabe baronang (bahasa nelayan). Jadi, Hiu Tutul ini makannya dengan cara menyaring atau menghisap ikan yang berukuran kecil. Ikan yang masih kecil ini biasanya banyak ditemukan di perairan dangkal,” katanya pada Haluan, Minggu (20/10).

Menurut dia, perairan dangkal merupakan tempat berkumpulnya ikan atau udang kecil karena lebih subur dibandingkan perairan dalam. Diduga saat mencari mangsa, Ikan raksasa ini tersesat ke perairan yang dangkal dan tidak bisa lagi kembali ke laut.

“Diduga hewan pemakan Plankton mencari mangsa hingga ke perairan dangkal, akibatnya tidak bisa lagi kembali ke laut dalam. Namun, ini adalah fenomena alam dan tidak berdampak kepada hasil tangkapan nelayan,” katanya.

Berdasarkan catatatan Dinas Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan, peristiwa serupa sudah terjadi sejak 1998. Saat itu Hiu Tutul berukuran besar terdampar di perairan laut Pessel tepatnya di Batu Tembak, Kecamatan IV Jurai dengan panjang sekitar 17,5 meter, lebar 2,5 meter, dan berat 3,6 ton. Pada

2016 terjadi lagi di pantai Amping Parak, Kecamatan Sutera terdampar Hiu Tutul sepanjang 14,5 meter, lebar 2,3 meter berat sekitar 2,5 ton kemudian di perairan laut Sumedang, Kecamatan Ranah Pesisir juga terdampar Hiu Tutul dengan panjang sekitar 13,5 meter, lebar 2,1 meter, dan berat 2,7 ton.

BACA JUGA:  Pilkada Pessel, Faldo Maldini Dukung Paslon Nomor Urut 1 HJ-HD

Selanjutnya fenomena alam ini juga terjadi pada 2019 di bulan yang sama, tepatnya di perairan laut Teluk Batung, Kecamatan Batangkapas Hiu Tutul berukuran panjang sekitar 7,3 meter, lebar 1,8 meter dan berat 2,2 ton. Kemudian baru-baru ini, di Pantai Tan Sridano, Kecamatan Batangkapas dengan panjang sekitar 6,5 meter, lebar 1,5 meter dan berat 1,2 ton.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...