Hindari Tumpang Tindih, Bupati Dharmasraya Jelaskan Mekanisme Penyaluran Bantuan Terdampak Covid 19

Rakor
Rakor Pemkab Dharmasraya jelaskan soal mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, di gedunga auditorium setempat Selasa (21/4/20).

Beritanda1 – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggelar rapat koordinasi (Rakor) tentang mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, di gedung auditorium  setempat Selasa (21/4/20).

Rakor yang dipimpin Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, diikuti  Ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto. SH, yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kapolres Dharmasraya, Dandim, Kejaksaan, serta Camat dan para Wali Nagari  di daerah Mekar itu.

Pada kesempatan,  Bupati Sutan Riska mengatakan, Pemerintah daerah melalui dana desa/nagari akan memberikan BLT senilai Rp 600.00 /kepala keluarga/bulan selama tiga bulan kedelapan.

Menurut Sutan Riska, kriteria pembagian BLT dampak Covid-19 ini, akan dibagikan untuk masyarakat yang tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah pusat, seperti bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta berentuk bantuan lainnya.

Hal ini bertujuan, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pemberian bantuan tersebut. Makanya  Wali Nagari sebagai ujung tombak Pemkab dalam pendataan, agar menyampaikan data yang jelas dan pasti. Sehingga BLT dapat disalurkan kepada warga yang berhak untuk menerima.

“Kebijakan pemerintah dalam memberikan BLT, bertujuan untuk dapat  membantu dan menyentuh masyarakat terdampak. Terutama bagi pelaku ekonomi memiliki dampak serius akibat Pandemi Covid-19 ini,” tegas bupati.

Untuk mekanisme pendataan, kata bupati, pemerintah nagari dapat melakukan pendataan melalui kepala jorong dan kader dasawisma.

Setelah itu, data yang telah ada, direkap, dan kemudian dimusyawarahkan di tingkat nagari bersama unsur-unsur terkait, seperi Bamus, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur terkait lainnya.

Selanjutnya dibuatkan kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh seluruh pihak terkait, hingga kemudian wali nagari membuatkan Surat Keputusan (SK), sebagai rujukan atas penyaluran BLT tersebut.

BACA JUGA:  Sambut HUT - 70 Kodam I/Bukit Barisan, Wawako Reinier Donor Darah di Makodim 0309/Solok

Terhdap itu, Ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto, juga menghimbau seluruh masyarakat Dharmasraya agar selalu patuh terhadap protokoler pemerintah, agar mata rantai penyebaran virus Corona dapat terputus sedari dini. Sehingga tidak ada lagi warga yang terpapar virus menakutkan ini.

Rerpoter: S Hanif

Facebook Comments

loading...