Hebat, Perantau Minang Himpun Dana Rp. 3,1 Miliar Untuk Wamena

3226
Wakil gubernur Sumbar Nasrul Abid memaparkan kondisi perantau minang di Wamena Papua di hadapan para perantau di jakarta, Selasa (1/10) malam

PADANG—Kepedulian masyarakat Sumatera Barat terhadap kondisi perantau Minang di Wamena Papua memang patut diacungi jempol. Hal itu terbukti dari penggalangan dana yang diinisiasi oleh Gubernur Sumbar melalui pertemuan bersama perantau di Hotel Balirung Jakarta, Selasa (1/10) malam, yang berhasil menghimpun donasi sebesar Rp. 3,1 Miliar.

Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Sumbar, Wakil Gubernur Sumbar, ketua IKM pusat, ketua dan pengurus perantau Minang, serta tokoh tokoh dan pengusaha sukses asal Sumatera Barat. “Alhamdulillah, kepedulian warga Sumbar di kampung dan di rantau sangat terlihat. Dalam semalam bantuan terkumpul Rp3,1 Miliar,” kata Gubernur Irwan Prayitno.

Gubernur bahkan mengaku takjub dan sangat mengapresiasi terhadap kepedulian masyarakat Sumbar tersebut. Dia berharap bantuan itu bisa meringankan beban perantau di Wamena. Menurutnya bantuan yang terkumpul itu beragam. Ada yang datang dari perorangan tokoh masyarakat, ada dari organisasi kemasyarakatan dan ada dari pemerintah daerah.

Dari organisasi seperti Gebu Minang, Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok, Indo Jalito, Ikatan Warga Gadut, Masjid Jamik Fatahillah Blok B Tanah Abang. Kemudian Alumni SMP Sawahlunto, ustadzah peduli negeri, hotel Balairung, IKMBS Bekasi dan sekitarnya, IKPS, Ikatan Keluarga Rao-Rao dan Bank Nagari.

Sementara dari pemerintah daerah diantaranya Kabupaten Tanah Datar, Kota solok , Kota Payakumbuh. Sedangkan dari pribadi sumbangan datang dari banyak tokoh diantaranya Andrinof Chaniago, Hamdani dari Kemendagri, Ely Kasim, Fasli Jalal, keluarga Syaiful Amir dan Wali Kota Solok.

BACA JUGA:  Bupati Solok Harapkan Kader PKK Tidak Bosan Berikan Pembinaan Kepada Masyarakat

Sebelum “badoncek” semua tokoh yang hadir mendengarkan paparan kondisi perantau di Wamena dan keinginan mereka lebih dari 1000 orang yang ingin pulang ke kampung halaman yang disampaikan oleh  Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. “Kondisinya, ada yang ingin pulang ke kampung halaman, dan ada yang ingin bertahan di Tanah Papua,” ungkapnya.

Alternatif yang dimiliki menurut nya adalah menggunakan kapal laut karena jika menggunakan pesawat anggarannya luar biasa besar.

Wagub mengaturkan banyak-banyak terimakasih terhadap respon cepat masyarakat Minangkabau, khususnya yang berada di perantauan. “Terimakasih kepada seluruh penyumbang serta tokoh-tokoh yang sudah peduli dengan nasib perantau Minang di Wamena,” tuturnya.

Reporter: MALIN MARAJO

Loading...
loading...