Hadiri Pelewaan Datuak Rajo Mangkuto di Sutera Pessel, Ini Harapan Lisda Hendrajoni

79
Lisda saat diwawancarai wartawan selepas pelewaan gelar adat Datuak Rajo Mangkuto dari Suku Sikumbang, di Nagari Koto Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

PAINAN–Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni  berharap, gelar datuak Rajo Mangkuto yang di sandang oleh Edi Hendra dari kaum suku Sikumbang mampu dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya.

Sebab, orang yang bergelar datuak di Minangkabau merupakan sosok yang mampu menjadi contoh tauladan bagi anak dan kemenakan, dalam suatu kaum maupun masyarakat umum.

“Masyarakat kita (Minangkabau), memiliki kebudayaan yang sangat beranekaragam, setiap bagian dari masyarakat memiliki datuak dari suku kaumnya masing-masing,” ujar Lisda selepas pelewaan gelar adat Datuak di Nagari Koto Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Senin (10/2).

“Alhamdulillah, pertama kami ucapkan selamat pada Bapak Edi Hendra atas pengangkatan beliau sebagai datuak dengan gelar Rajo Mangkuto dari Suku kaum Sikumbang,” ucap Lisda Hendrajoni.

Sebagai wakil rakyat, ia bakal terus menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh datuak yang ada di daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu. Sebab datuak memiliki posisi sentral dalam kaum, sehingga yang bersangkutan mengantongi beragam informasi valid yang patut ditindaklanjuti untuk kemajuan daerah.

“Seseorang yang telah menyandang gelar kehormatan ini, maka patut kita hormati. Masyarakat tidak diperkenankan lagi memanggil beliau dengan nama sebelumnya, sebab sudah memiliki nama kebesarannya,” tuturnya.

Sementara, kepada Bundo Kanduang, Lisda Hendrajoni berharap agar mereka mampu membesarkan dan mendidik anak keponakan dengan sebaik-baiknya. Sebab, segala tindak tanduk perilaku anak merupakan tanggungjawab moral dari peran Bundo Kanduang.

BACA JUGA:  Keren, Ini Dia 10 Penghargaan yang Diterima Pessel Tahun Ini

Ia menyebutkan, Bundo Kanduang memiliki peranan penting sebagai pemberi contoh tauladan di tengah-tengah masyarakat, utamanya kaum ibu. Bahkan, peran dan fungsi itu dapat diterapkan sejak kecil dalam suatu kaum atau wilayah, khususnya terkait adat istiadat dan budaya.

Pada kesempatan itu, Lisda Hendrajoni juga memaparkan sejumlah tugasnya di Komisi VIII DPR RI yang bergerak di bidang Agama, Sosial, Kebencanaan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sehingga sangat berharap dukungan masyarakat dalam menjalankan tugas dan fungsinnya secara maksimal.

Pelewaan gelar adat Datuak Rajo Mangkuto dari Suku Sikumbang, di Nagari Koto Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Pada kesempatan itu, Datuak Rajo Mangkuto, Edi Hendra menuturkan, gelar datuak yang di emban saat itu merupakan amanah yang mesti dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya. Menurutnya, menjadi datuak tak sekadar gelar adat pada suatu kaum, namun mesti mengerti persoalan ditengah-tengah masyarakat hingga pemerintahan.

“Insya Allah kedepan kami bakal mengupayakan berbagai terobosan agar anak kemenakan di dalam kaum lebih menghargai satu sama lainnya, dan tidak mudah terjerumus kepada hal-hal yang  melanggar hukum, termasuk penyebaran kabar hoax,” ujarnya saat itu.

Pelewaan saat itu, turut dihadiri Asisten I Setdakab Pesisir Selatan, Muskamal selaku perwakilan Bupati setempat Hendrajoni, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat, Sirdin Masrun, Kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip, Mawardi Roska, Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Dailipal, dan pejabat terkait lainnya.

Selanjutnya, tokoh adat dari LKAM, ketua KAN Taratak dan jajaran, para datuak dari berbagai suku kaum yang tersebar di Kabupaten Pesisir Selatan.

Reporter: OKIS ROCKIN

Facebook Comments

Loading...
loading...