Beranda Daerah Gubernur Mahyeldi Lirik Potensi Air Panas Kabupaten Solok Untuk Sektor Wisata

Gubernur Mahyeldi Lirik Potensi Air Panas Kabupaten Solok Untuk Sektor Wisata

Mahyeldi
Gubernur Sumbar Mahyeldi didampingi Wakil Gubernur Audy Joinaldi dan Plh Bupati Solok Aswirman saat Rapat Koordinasi perencanaan pembangunan tahun 2021 di Auditorium Gubernurnan Sumbar, Selasa (9 Maret 2021).

Beritanda1 –Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, Kabupaten Solok memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai destinasi  pariwisata di Sumatera Barat.

“ Kabupaten Solok juga  memiliki pemandian air hangat. Ini  merupakan potensi besar yang perlu terus dikembangkan,” kata Mahyeldi saat Rapat Koordinasi perencanaan Pembangunan tahun 2021 di  Auditorium Gubernurnan Sumbar, Selasa (9 Maret 2021).

Didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy,  Plh Bupati Solok Aswirman, kepala Bappeda Sumbar Hansastri, Mahyeldi mengungkapkan kekagumannya akan potensi Kabupaten Solok karena memiliki pesona alam yang luar biasa.

“Pemandangan alam yang indah dengan lima danau dan empat  gunung yang mengitari, dipercantik dengan  hamparan kebun teh sehingga Solok memiliki potensi perkembangan objek pariwisata di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Menjawab harapan  Mahyeldi itu,  Plh Bupati Solok Aswirman mengatakan, masih ada permasalahan-permasalahan pada sektor ekonomi di kabupaten Solok. Padahal dari sisi pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Solok lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumbar maupun Nasional.

Aswirman menyebutkan, pada sektor koperasi dan usaha, pihaknya masih merasakan  minimnya akses modal koperasi dan UMKM terhadap dunia perbankan. Fungsi dan kelembagaan koperasi juga masih belum optimal, serta masih tingginya presentase jumlah koperasi tidak aktif.

“Askses pemasaran dan promosi bagi produk koperasi belum begitu optimal, karena mungkin belum meratanya standar produk pada koperasi serta UMKM ini,” papar Aswirman.

Pada sektor investasi, Plh Bupati Solok mengaku, masih belum merata realisasi investasi di kecamatan maupun nagari. Termasuk belum  merata ketersedian dan kualitas infrastruktur panunjang investasi itu sendiri. Sehingga serapan tenaga kerja lokal pada kegiatan PMA/PMDN juga belum optimal, dan terjadi dinamika sosial di masyarakat yang mempengaruhi kepastian dan keamanan berusaha.

BACA JUGA:  Genjot Harga Sawit, Legislator Novermal Yuska Dorong Pemkab Pessel Dirikan Pabrik Sawit

“Dari sektor pariwisata,  belum optimal konektifitas infrastruktur transportasi menuju destinasi wisata. Terbatasnya atraksi di destinasi wisata, serta amenitas pada destinasi wisata dan belum tertananmnya nilai-nilai hosptality di masyarakat,” kata Aswirman.

Ia mengaku, banyak hal yang belum  optimal termasuk penerapan branding dan aktifitas promosi, serta terbatasnya kuantitas maupun kualitas dari produk ekonomi kreatif

Dari sektor perdagangan, Plh Bupati Solok menyampaikan permasalahan karena dominasi barang impor. Kondisi itu menyebabkan  kerentanan fluktuasi harga barang konsumsi, terutama bahan pokok, termasuk masih belum optimalnya pemasaran dan produk industri local, yang berpengaruh pada penerapan standar produk dan teknologi informasi dalam perdagangan.

Sebanding dengan itu,  sektor pertanian, produktifitas pertanian, belum optimal karena disebabkan belum optimalnya aktifitas ekonomi pertanian dari hulu ke hilir.

Aswirman mengatakan, terbatasnya ketersediaan benih yang berkulitas, tingginya gangguan hama dan penyakit pada tanaman dan rendahnya regenerasi petani serta akses permodalan.

“Selain itu karena menurunnya luas lahan pertanian yang disebabkan oleh intensitas pembangunan sektor non pertanian, seperti pembangunan pemukiman dan kawasan industry,” kata Plh Bupati Solok.

Senada dengan Gubernur Mahyeldi, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldi mengatakan, salah satu pusat hortikultura sumbar adalah Alahan Panjang dan Kawasan Lembah Gumanti, yang dapat untuk terus dikembangkan karena mempunyai hasil pertanian seperti Bawang, Cabe dan Tomat.

“Alahan Panjang juga memungkinkan dikembangkan  usaha sapi perah untuk Sumbar, karena didukung suhu dan cuacanya,” kata Audy.

Audy juga menyebutkan,  salah satu ikon Kabupaten Solok adalah Ayam Kokok Balenggek, jangan sampai ini punah. Daerah ini juga  sangat terkenal dengan produk pertanian Beras Solok,  yang dapat  diperkenalkan dan dipromosikan, sehingga  dapat meningkatkan marwah dari Bareh Solok ini.

BACA JUGA:  Kecelakaan Maut di Guguak Solok, Ibu dan Anak Tewas Digilas Truk

“Solok bisa menjadi pendukung visi dan misi dari Gubernur dan Wakil Gubernur  untuk menjadikan Sumbar sebagai  salah satu produsen jagung dan beras,”ucap Audy.

Repoter: Ismardi

Artikel sebelumyaJalinsum di Dharmasraya Tertutup Tanah Urug, Warga Resah
Artikel berikutnyaKasus Covid-19 di Kabupaten Solok Kini 889 Orang, dengan Positivity Rate 9,39 Persen