Genjot Harga Sawit, Legislator Novermal Yuska Dorong Pemkab Pessel Dirikan Pabrik Sawit

Novermal Yuska

PAINAN–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih kabupaten Pesisir Selatan Novermal Yuska, SH, mendorong Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan agar mendirikan pabrik kelapa sawit (PKS) sebanyak-banyaknya di daerah tersebut. Pendirian PKS ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi harga tandan buah segar (TBS)  sawit yang terus anjlok di daerah itu.

Dirinya mengaku sudah lama memetakan sejumlah persoalan yang terjadi di daerah ini. Namun, isu yang belum tuntas hingga saat ini adalah terkait anjloknya harga Sawit. “Kedepan kami berharap bagaimana pemerintah daerah bisa memiliki pabrik sawit yang memadai, sehingga TBS milik masyarakat tak perlu lagi di jual keluar daerah,” kata Novermal yang baru saja mengambil sumpah jabatan bersama 44 anggota DPRD lainnya di depan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Painan, bertempat di Gedung Painan Convetion Center (PCC), Rabu (14/8).

Sebagai wakil rakyat Pesisir Selatan, kata dia, hal yang mesti diprioritaskan adalah bagaimana pelayanan publik bisa lebih merata dan efektif kedepannya. Bahkan, terkait harga TBS yang terus menerus turun di daerah itu, ia meminta dinas terkait segera memetakan berapa luas kebun Sawit milik masyarakat di wilayah itu, kemudian disingkronkan dengan jumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di daerah.

“Kalau sekarang kan tidak, perusahaan yang ada di daerah kita tidak mampu menampung jumlah Sawit yang ada. Akibatnya persoalan harga tergantung orang pabrik saja. Akibatnya, TBS di Pessel sering dijual ke luar daerah,” ucap anggota DPRD asal Dapil IV Kecamatan Ranah Pesisir-Linggo Sari Baganti ini.

Kendati demikian, ia berjanji akan memperjuangkan hak petani Sawit di Pessel dan mensinergikan fungsi dewan dengan pemerintah daerah untuk mengadvokasi harga yang layak sebagaimana keinginan masyarakat.

BACA JUGA:  Cuti Ikut Pilkada Pessel, Hendrajoni dan Rusma Yul Anwar Tinggalkan Rumah Dinas

“Tapi, yang jelas kelambagaannya harus diperkuat dulu. Dengan begitu secara tidak langsung mereka bisa masuk kepada sistem penentuan harga Sawit. Sebab, yang menetapkan harga itu adalah perwakilan petani, pihak perusahaan dan pemerintah,” tuturnya.

Bahkan, ia menepis isu terkait mutu Sawit yang selama ini dibilang rendah oleh pihak perusahaan. Dalam waktu dekat, pihaknya berjanji bakal mendatangkan tim fakultas pertanian Unand untuk mencek kwalitas mutu sawit di Pessel.

“Nanti tim akan mengecek rendemen berapa? Khasnya apa? Sehingga nanti jelas standar harga yang layak didapatkan oleh masyarakat. Kalau sekarang kita belum bisa memastikan berapa harga idealnya,” ujar poitisi PAN tersebut.

Ia mengakui, saat ini harga Sawit disejumlah daerah masih tergantung pada harga crude palm oil (CPO) dunia yang terus mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir. “Namun, yang jelas kami akan mendukung program pemerintah yang pro rakyat dan akan mengkritisi program pemerintah yang tidak pro rakyat. Dalam artian saya dan kawan-kawan akan mensinkronkan kebutuhan rakyat dengan daerah. Insya Allah,” katanya menyudahi.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...