Gelombang Pasang Tinggi, Abrasi Ancam Pantai Ampiang Parak Pessel

 

PAINAN–Akibat tingginya gelombang pasang, abrasi pantai kembali terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Kali ini, ombak mengikis pantai Amping Parak di Kecamatan Sutera sepanjang 2 Kilometer.

Warga setempat Abdul Muis (77) menyebutkan, abrasi tak hanya berdampak pada pemukiman penduduk. Namun, juga menumbangkan puluhan pohon kelapa milik masyarakat setempat.

“Benar, kondisi ini sekitar dua pekan terakhir. Gelombang laut sangat tinggi di sini, pak,” katanya pada wartawan, Kamis (22/8).

Secara perlahan namun pasti, abrasi terus mengancam keselamatan warga sekitar. Betapa tidak, jarak bibir pantai dengan rumah penduduk saat ini hanya sekitar 6 meter saja.

Sementara, gelombang tinggi hingga kini masih tetap berlanjut. Kondisi itu, menurut pengamatan nelayan tradisional setempat, akan berlangsung hingga dua minggu kedepan.

Karena itu, Muis berharap, warga sekitar butuh perhatian serius dari pemerintah daerah. Jika tidak ada antisipasi dini, maka dikhawatirkan abrasi dapat mengancam warga yang tinggal di sekitar bibir pantai.

“Jadi, sebelum apa yang dikhawatirkan itu benar-benar terjadi, harus ada upaya antisipasi dari pemerintah daerah melalui dinas terkait,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Doni Gusrizal, telah menurunkan tim ke lokasi untuk mencek kebenarannya.

Menurut dia, meski bukan kewenangan pemerintah daerah, namun upaya antisipasi dini perlu dilakukan oleh pihaknya.

“Ya, kami akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah V Sumatra Barat. Untuk antisipasi awal, pihak kami bakal mensiasati dengan tumpukan karung berisi pasir,” ujarnya.

Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah daerah bakal membangun pengaman pantai secara permanen. Pembangunan tersebut, kata dia, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Saat ini, Dinas PSDA tengah menunggu proposal usulan dan dokumentasi dari pemerintahan nagari sebagai lampiran usulan pada Kementerian PUPR terkait abrasi pantai itu.

BACA JUGA:  Rasakan Sensasi Wisata, Wabup Solok Optimis Potensi Taluak Dalam Sangat Menjanjikan

Selain itu, bakal berkoordinasi dengan Dinas Pemukiman Tata Ruang dan Pertanahan (Perkimtan) Pessel untuk relokasi rumah nelayan yang memang rentan terdampak abrasi.

“Kami mengimbau agar warga setempat tetap waspada. Jika memang tidak memungkinkan, sebaiknya mengungsi dulu untuk sementara waktu,” tuturnya.

Untuk diketahui, dalam rentang waktu satu bulan terakhir, abrasi pantai tak hanya terjadi di Kecamatan Sutera saja, namun kondisi ini juga terjadi di Lakitan Kecamatan Lengayang dan Api-Api Kecamatan Bayang.

“Untuk yang di Api-Api, itu sudah ada penanganan dari Balai Besar Sungai Wilayah V Sumbar,” katanya mengakhiri.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: MALIN MARAJO

 

Facebook Comments

loading...