Beranda Ekonomi Gandeng Silpah Toko Ladang, UMKM Limapuluh Kota Didorong Manfaatkan Pasar Digital  

Gandeng Silpah Toko Ladang, UMKM Limapuluh Kota Didorong Manfaatkan Pasar Digital  

UMKM
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mendorong UMKM daerah itu memanfaatkan pasar digital untuk memasarkan produk usaha

Beritanda1 – Pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, didorong agar memanfaatkan pasar digital untuk memasarkan produknya guna bersaing di era kemajuan teknologi saat ini.

Salah satu pasar digital yang dapat dimanfaatkan UMKM memasarkan produknya adalah “Siplah Toko Ladang” yang merupakan mitra dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek).

“Toko ladang merupakan mal digital yang menjadi salah satu mitra  Kementerian Pendidikan yang digunakan sekolah untuk berbelanja,” ujar CEO Toko Ladang Nur Hidayati saat menghadiri kegiatan digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Launching Program UMKM Modal Jempol di SMK PP Padang Mangateh, Kamis (25/11/2021).

Pada kesempatan, Nur Hidayati  juga memberikan sosialisasi tentang Siplah Toko Ladang kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah dan Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota.

Dipaparkan,  beberapa keuntungan bagi UMKM yang bergabung dengan Siplah Toko Ladang, salah satunya pangsa pasar yang jelas, yakni sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kemendikbud.

“Toko ladang sudah ada semenjak 2011, namun tergabung di Siplah semenjak 2019 dan pada 2021 ini merupakan kontrak kedua dengan Kemendikbud,” jelasnya.

Menurutnya, sampai saat ini sudah ada 15 ribu UMKM di Indonesia yang menjadi mitra toko dan tergabung dalam Toko Ladang. Sementara untuk di Kabupaten Limapuluh Kota baru sekitar 10 UMKM menjadi mitra dan tergabung dalam Toko Ladang.

Adapun jenis produk yang ada di Toko Ladang bentuknya beragam, mulai dari makanan, minuman, IT, fotokopi, alat tulis dan jasa. Untuk bergabung tidak ada selama itu termasuk ke dalam kebutuhan sekolah.

Ia menambahkan untuk bergabung caranya sangat mudah, pelaku UMKM bergabung ke dalam ekosistem Siplah Toko Ladang karena pada registrasi pelaku hanya perlu menyiapkan KTP, NPWP, izin usaha, alamat email dan domisili yang jelas.

BACA JUGA:  STP LPPM Unand Gelar Webinar Bisnis Teknologi Series #1, Ini Pembahasannya

Menanggapi hal itu, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mengatakan dengan digandengnya Siplah Toko Ladang merupakan upaya mendukung program pemerintah pusat dalam digitalisasi UMKM.

“Kita menggandeng Toko Ladang yang merupakan marketplace resmi Kemendikbud Ristek RI, berkolaborasi untuk melakukan pembinaan terhadap UMKM yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota,” katanya.

Menurut dia, perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan bagi kita bersama terkhusus bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk secara regional dan nasional menggunakan platform digital yang sudah tersedia saat ini.

“Memanfaatkan teknologi dan perangkat Smartphone dengan modal jempol saja produk UMKM sudah memiliki pasar dan platform digital market yang terus tumbuh dan berkembang. Sekaligus putra putri Kabupaten Limapuluh kota bisa membuka usaha sendiri,” ujar Mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota 2014-2019 itu.

Pemerintah daerah, katanya berupaya menjawab tantangan dan menciptakan lapangan usaha baru bagi masyarakat.

Toko Ladang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM karena sesuai dengan Permendikbud no 14 thn 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa oleh satuan pendidikan yang mewajibkan seluruh sekolah belanja kebutuhan secara daring.

“Untuk itu kami berharap, seluruh pembelanjaan yg dilakukan oleh satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota bisa menjadi mitra dalam market place Kemendikbud RI Salah satunya Toko ladang yang hadir dan melakukan pendampingan di daerah,” katanya.

Safaruddin berharap agar seluruh anggaran dana Bos cukup besar  tersebut, bisa terserap dan bertransaksi dengan seluruh UMKM yg ada di Kabupaten Limapuluh Kota, dan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

(Mardikola Tri Rahmad)

Artikel sebelumyaMutasi Bergulir, Bupati Kampar Lantik 5 Eselon II, 44 Eselon III dan 37 Eselon IV
Artikel berikutnyaDiduga Lakukan Penyimpangan Dana Covid-19, Kadinkes Payakumbuh Ditetapkan Sebagai Tersangka