Festival Guru Milineal Hebat Kabupaten Solok Bikin Takjub Seto Mulyadi

31
Bupati Solok H. Gusmal serahkan sertifikat kepada Seto Mulyadi atas partisipasinya sebagai narasumber pada Festival Guru Milineal Hebat

AROSUKA – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) Indonesia, Dr. Seto Mulyadi (Kak Seto) bersama Motivator dan Trainer Dedi Vitra Johor yang didaulat menjadi pembicara terkesan takjub menyaksikan Festival Guru Milineal Hebat Kabupaten Solok 2019. Betapa tidak, Festival Guru Milineal Hebat sebagai bentuk meningkatkan daya kreativitas dan inovasi, sekaligus menampilkan puluhan karya tulis pada guru yang telah dirilis dalam bentuk buku.

Sebanyak 3.382 Guru se Kabupaten Solok mulai dari jenjang pendidikan usia dini hingga menengah tumpah ruah memenuhi lokasi Festival Guru Milineal Hebat Kabupaten Solok 2019 yang dipusatkan di  Gedung Kubuang Tigo Baleh, Lubuk Sikarah, Kota Solok (3/8).

Dihadapan Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM, Bunda Paud Kabupaten Solok Hj. Desnadefi Gusmal, dan Kepala Dinas Pendidikan  Zulkisar, Ketua Pelaksana Sakar Soeib mengatakan, bahwa festival kali ini mengusung tema “Saya guru hebat milineal berprestasi”. “Ini adalah wujud cinta Pemerintah Kabupaten Solok terhadap guru. Semoga melalui festival ini guru-guru milineal Kabupaten Solok semakin termotivasi dalam mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa, khususnya di Kabupaten Solok,” jelasnya.

Menyambut itu, Kak Seto menjelaskan, bahwa seorang guru yang bekerja keras, selalu meniatkan segala pekerjaan karena Allah dan selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Pendidikan kepada anak perlu dilakukan dengan penuh kasih sayang dan cinta yang tulus. “ Percayalah, dengan pelajaran yang penuh cinta, akan tercipta pendidikan yang berkualitas dan berkarakter di daerah ini,” tegas Kak Seto.

BACA JUGA:  Gaji Naik, Kesejahteraan Guru TK di Pessel Ditingkatkan

Senada dengan Kak Seto, Motivator Dedi Vitra Johor menekankan soal keinginan untuk menjadi guru yang berprestasi dimulai dengan semangat yang kuat dalam mengajar. “Tenaga pendidik mesti sehat,  kuat dan semangat dan juga harus bisa berprestasi. Jika gurunya sehat, tentu proses belajar mengajar menjadi lancar. Kalau sudah sehat pasti awet muda,” bebernya.

Bupati Solok Gusmal menjelaskan, untuk menghadapi peserta didik abad 21 guru masa kini harus kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif.

“Guru mesti menyajikan proses pendidikan yang dapat mengantar peserta didik menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan perubahan zaman. Peserta didik generasi Z lebih suka menggunakan teknologi untuk belajar dan memiliki akses yang tinggi dalam telekomunikasi,”ujar Gusmal.

Ditambahkan Gusmal guru juga harus mampu menguasai literasi dasar dalam pendidikan.“Wawasan literasi guru harus ditingkatkan, seperti, literasi finansial, literasi digital, literasi sains, literasi kewarganegaraan dan budaya. Guru layak mendapatkan pelatihan salah satunya serupa festival guru ini. Semoga segala usaha kita bersama dapat meminimalisir dan memperkecil, serta menghilangkan krisis multidimensional terutama perilaku tidak bermoral yang meluas di masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Melatisan

Loading...
loading...