Fasih Berbahasa Jepang, Ini Rencana Afrinaldi Ali Setelah Duduk di DPRD Solsel

 

SOLOK SELATAN – Berbekal pengalaman sekitar enam tahun di negeri Sakura, Jepang sebagai pekerja pabrik membuat anggota DPRD Solsel Afrinaldi Ali fasih memakai bahasa negeri matahari terbit itu.

Tidak hanya itu, Politisi Partai Gerindra ini juga mendapat penghargaan dari Kedubes Indonesia di sana. “Saya di Jepang sejak tahun 2000 – 2006 dan kisaran tahun 2003-an. Dari 200 orang pekerja Indonesia yang ada, tujuh diantaranya termasuk saya mendapat penghargaan sebagai trainer ketika itu,” kenang Afrinaldi, Kamis (22/8).

Kefasihan dalam menggunakan bahasa Jepang, kata Afrinaldi masih sebatas bahasa formal. “Di Jepang itu, masyarakat harus menggunakan bahasa Jepang. Namun, seiring perkembangan zaman, bermunculan bahasa prokem. Nah, kadang bahasa prokem ini yang sulit apabila tidak rutin dilakukan komunikasi,” sebut Pria kelahiran 1977 itu.

Di Jepang, imbuhnya masyarakat terbiasa dengan disiplin yang ketat. Baik itu, disiplin kerja maupun disiplin waktu, sudah membudaya. “Kunci dari kesuksesan adalah disiplin. Yang mana sesuai dengan konsep Islam dalam menjalani ibadah. Saya sedari kecil sudah didikan orangtua hidup berdisiplin tinggi, karena faktor profesi Bapak sebagai anggota polisi. Jadi, sudah menjadi kebiasaan sampai sekarang,” katanya.

Sebagai anggota DPRD Solsel terpilih, untuk pertama kalinya. Afrinaldi berhasil tampil sebagai ‘kuda hitam’ dengan raihian 2.148 suara di Dapil 3 Solsel. “Saya ingin mengabdi untuk masyarakat. Harapannya, dari sektor manapun bisa menjadi penyambung lidah masyarakat. Pasti, ingin menyerap aspirasi masyarakat dan menyalurkannya. Namun, karena sebagai pemain baru, dalam tahun pertama masih tahap belajar,” kata anak Bungsu itu.

Menurutnya, banyak bekal pengalaman di Jepang nan bisa diterapkan nantinya di Solsel. Terutama, sektor pendidikan. “Berdasarkan pengalaman pribadi, potensi akademik yang ada di Solsel bisa dikembangkan dengan bekal pelatihan siap kerja,” katanya.

BACA JUGA:  Rumah Kadis Nakertrans Solsel Ludes Diamuk Sigulambai, Hanya Baju di Badan yang Tersisa

Ia mencontohkan, siswa/mahasiswa tamatan SMA/SMK serta bidang kesehatan untuk bidan dan perawat. Di Jepang sangat terbuka peluang. “Kita bisa motivasi generasi daerah dengan memberikan pelatihan. Nah, bekal dari pengalaman nantinya juga bisa diterapkan di Solsel untuk membuka peluang usaha baru sebab sudah memilik modal dan relasi,” ucapnya.

Reporter: JO

Editor: MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...