Eko Noris, Tokoh Muda Penggerak Pembanguna Nagari Koto Besar Dharmasraya

H. Eko Noris, SH

DHARMASRAYA – Cuaca cerah. Bumi Dharmasraya terang dan indah di  alam raya. Seluruh penghuni kawasan itu tampak menebar senyum. Sumringha benar, menandakan kebahagiaan menyambut  datangnya aura keberuntungan pada Rabu (28/8).

Bersamaan, tawa lepas juga datang dari sosok seorang pemuda nan gagah. Selaku pemimpin di wilayah Nagari Koto Besar, Kecamatan Koto Besar, dirinya akan tersenyum ketika warga yang di ayominya merasa bahagia.  Itulah dia H. Eko Noris. SH, Wali Nagari Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya.  “Kebahagiaan seorang pemimpin itu muncul ketika melihat masyarakatnya ikut menjadi senang,” ucap tokoh muda  berusia 30 tahun itu.

Kematangan pola piker Eko Noris  dalam memajukan nagari Koto Besar yang memiliki 4 jorong dengan jumlah penduduk sebanyak 367 KK itu,  tentu tidak diragukan lagi. Melalui Visi mewujudkan nagari koto besar yang maju, mandiri, agamis dan berbudaya, sesuai dengan Adat Basandi  Sarak, Sarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), tentu akan lebih  mengedepankan pola pembangunan berbasis kemasyarakatan.

Sesuai dengan Misi dimaksud, dirinya juga mengedepankan reformasi bebas KKN, membentuk manajemen sistem kerja nagari  berbasis informasi dan teknologi, peningkatan kesejahteraan berbasis kemandirian dan kearifan lokal, serta penyiapan rencana strategis pembangunan 6 tahun kedepan.

Paling Urgen saat ini, dirinya lebih fokus kepada pembenahan  pemerintahan yang baik, religius dan berbudaya. Selain itu, paling  mendasar, yakni dibidang pengentasan kemiskinan, pendidikan dan olahraga, serta bidang pariwisata dan infrastruktur.

Eko Noris bahkan menyebutkan, pada tahun 2019 ini, Nagari Koto Besar yang berpenduduk sebanyak 1399 jiwa itu, akan melaksanakan bedah rumah sebanyak 20 unit bagi warga kurang mampu. Masing-masing  mendapatkan dana senilai Rp17,5 juta, termasuk upah tukang.

Dari 20 kepala keluarga (KK) menerima bantuan bedah rumah tersebut, dilaksanakan oleh 2 kelompok.  Mereka di upayakan untuk saling bekerja sama, satu dengan yang lain, agar bedah rumah dapat terselesaikan secara sempurna sehingga tidak ada yang tidak selesai pekerjaannya.

BACA JUGA:  Sungai Batang Hari Meluap. Seorang Bocah Meninggal, Ratusan Rumah di Dharmasraya Terendam Banjir

Reporter : S Hanif

Editor     : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...