DPRD Pessel Datangi Lokasi Tambang Emas PT. Dempo, Ada Apa..?

Wakil Ketua DPRD Pessel Jamalus Yatim, saat berbincang-bincang dengan Kepala Teknik Tambang PT Dempo Maju Cemerlang, Hendra di lokasi areal penambangan bahan baku emas dan perak yang dikelola PT. Dempo Maju Cemerlang, di Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kamis (6/2).

PAINAN–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan, meninjau lokasi penambangan bahan baku emas dan perak yang dikelola PT. Dempo Maju Cemerlang, di Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kamis (6/2).

Kunjungan  yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Pessel Jamalus Yatim tersebut bertujuan untuk memastikan apakah perusahaan yang masuk sejak dua tahun terakhir tersebut, sudah beroperasi sesuai aturan dan prosedur.

“Kunjungan ini sebagai bentuk pengawasan kami secara langsung kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Pessel. Selain manfaat, kami juga memastikan apakah sudah berjalan sesuai regulasinya,” ujarnya di sela-sela peninjauan tersebut.

Selain Jamalus Yatim, juga tampak hadir anggota DPRD Pessel, Al-Jufri dan sejumlah wakil rakyat lainnya. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengingatkan, agar perusahaan yang bergerak di bidang tambang itu, mentaati aturan ketenagakerjaan sebagaimana mestinya. Hal tersebut, tidak hanya terkait upah, namun juga jaminan sosial bagi pekerja di lokasi.

DPRD Pessel Datangi Lokasi Tambang Emas PT. Dempo, Ada Apa..? 1 WhatsApp Image 2020 02 07 at 18.07.09
Wakil Ketua DPRD Pessel Jamalus Yatim, saat berbincang-bincang dengan Kepala Teknik Tambang PT Dempo Maju Cemerlang, Hendra di lokasi areal penambangan bahan baku emas dan perak yang dikelola PT. Dempo Maju Cemerlang, di Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kamis (6/2).

“Ya, karena itu adalah aturan yang mesti ditaati oleh perusahaan. Sebab, peninjauan ini untuk memastikan semua itu. Jika sudah sesuai dengan prosedur, tentu kami sangat mendukung dengan senang hati,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT Dempo Maju Cemerlang, Hendra mengaku, telah mengantongi sejumlah izin terkait operasi tambang di lokasi tersebut. Menurutnya, selain izin dari provinsi, pihaknya juga mengatongi izin Amdal dan dokumen penting lainnya.

Ia menuturkan, lebih kurang dua tahun beroperasi, pihaknya belum memproduksi emas. Sebab, pihaknya masih fokus melakukan persiapan konstruksi pembangunan untuk pengolahan.

“Untuk tenaga kerja sendiri, pihak kami sudah merangkul sebanyak 84 orang. Kami berkomitmen hal itu sesuai dengan dokumen study kelayakan, 30 persen tenaga profesional, dan 70 persen lokal,” katanya mengakhiri.

BACA JUGA:  Wow..Pemkab Pessel Gandeng Putera Sampoerna Kembangkan Lighthouse School Program di SMPN 4 Sutera

Reporter: OKIS ROCKIN

Facebook Comments

loading...