DPRD Kab Solok Siap Bekerjasama Dan Mendukung Baznas Dalam Mengatasi Kemiskinan

DPRD Kabupaten Solok bertekad mendukung kinerja Baznas selepas mengikuti rapat dengar pendapat, Selasa (28/1)
DPRD Kabupaten Solok bertekad mendukung kinerja Baznas selepas mengikuti rapat dengar pendapat, Selasa (28/1)

 AROSUKA – Potensi zakat di kabupaten solok jika dikelola dengan baik dapat mencapai 25 miliar. Namun  pengelolaan zakat di kabupaten masih tertinggal karena kurang disosoalisasikan  sesuai UU No 23 tahun 2011, PP No 14 tahun 2014 tentang penggunaan zakat, membantu fakir miskin untuk mengatasi kemiskinan.

” Sejauh ini penerimaan zakat oleh Baznas belum mencapai target. Sejauh ini pencapaian zakat Baznas pada tahun 2019 baru sebanyak 6,8 M,” jelas ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Solok H. Sukardi.

Informasi itu disampaikan Sukardi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok, yang diiringi  komitmen poin kerjasama memperkuat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di ruang DPRD Kab. Solok di Arosuka, Selasa (28/1).

Meski diakui tertinggal, namun  Sukardi memaparkan serangkaian kemajuan Kabupaten Solok dalam hal pengelolaan zakat. Bahkan

Baznas Kabupaten Solok masuk nominasi 5 besar di tingkat provinsi dalam pencapaian target pengelolaan zakat.

“Didaerah kita sudah ada Perda tentang pengelolaan Baznas yang disahkan pada tahun 2003. Itu yang mengembirakan. Kemudian sebanyak 62 UPZ (Unit Pengelola Zakat) Baznas telah di SK-kan,” paparnya.

Ketua Baznas H. Sukardi menjelaskan,  tugas Baznas adalah mengelola zakat dengan membentuk UPZ (pembantu baznas dalam mengumpulkan zakat) agar zakat bisa benar-benar disalurkan kepada si penerima.

Ditegaskan, Baznas Kabupaten Solok terus aktif dalam mensosialisasikan program serta merealisasikan bentuk-bentuk penyaluran zakat.

Zakat memiliki manfaat kumulatif dan produktif. Baznas juga memberikan bantuan zakat kepada dunia pendidikan serta membantu biaya pengobatan berupa penggratisan pembayaran BPJS keluarga yang menderita sakit parah.

Pihaknya (Baznas) terus bertekad  membantu masyarakat tidak mampu. Guna mewujudkan itu, sebanyak 12,5 persen dari dana Rp 2 miliar yang dikelola, dimanfaatkan untuk operasional dalam merealisasikan program Baznas. ” Baznas mengapresiasi langkah-langkah yang diambil DPRD Kabupaten Solok untuk membantu pengelolaan zakat agar lebih maksimal,” sebut Sukardi.

BACA JUGA:  Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kab Solok Dilantik, Riky Candra Siap Membesarkan Organisasi

Terhadap kinerja Baznas tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sokok Jon F. Pandu, mengkau akau terus  membantu sumber keuangan Baznas, terutama dari pemotongan gaji anggota DPRD Kabupaten Solok. “Seluruh anggota DPRD Kabupaten Solok siap untuk menyerahkan zakat kepada Baznas melalui skema pemotongan gaji,” katanya.

Setentang itu, pihaknya meminta Baznas untuk memfalisilitasi anggota DPRD dalam hal pengeluaran zakat, seperti  pengeluaran zakat di Dapil masing-masing atau ke daerah lainnya di Kabupaten Solok.

“Mohon bantuan Baznas untuk memastikan zakat yang diberikan DPRD sampai ke dapil masing-masing,” ujar Jon Firman Pandu.

Dalam RDP tersebut, sekurangnya  ada empat poin kesepahaman sebagai bentuk komitmen  DPRD mebdukung penguatan lembaga Baznas. ” DPRD Siap membantu dan bekerja sama dengan Baznas untuk pengelolaan zakat demi mencapai target yang maksimal, termasuk biaya operasional,” sebut Jon Firman Pandu.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor     : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...