Ditengah Covid-19, Koni Kabupaten Solok Cairkan Uang Pembinaan Atlit dan Pelatih

Koni Kabupaten Solok
Ketua Koni kabupaten Solok menyerahkan secara simbolis uang pembinaan untuk atlit dan pelatih berpretasi di sekretariat Koni setempat di Kotobaru, Rabu (13/05)

Beritanda1 –Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Solok mulai mencairkan uang pembinaan bulanan untuk triwulan 1 sejak Selasa (12/05). Uang pembinaan bulanan tersebut diberikan kepada atlit dan pelatih berprestasi yang telah menyumbangkan medali untuk daerah itu pada Porprov tahun 2018 silam.

 

“Untuk pembayaran triwulan 1 ini total alokasi dana yang kita sediakan sebesar Rp. 360 Juta. Dana tersebut dibayarkan sejak januari sampai Maret 2020,” kata ketua Koni Kabupaten Solok Rudi Horizon di sekretariat Koni setempat, Rabu (13/05).

Rudi menyebutkan, Perhatian pemerintah Kabupaten Solok melalui Koni untuk kesejahteraan atlit dan pelatih cukup besar selama ini. Selain bonus, sebanyak 25 orang atlet berprestasi bahkan sudah diterima sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemda Kabupaten Solok sejak tahun lalu. “Sedangkan untuk setiap bulannya, Atlit dan pelatih berprestasi juga menerima uang pembinaan,” ujar Rudi.

Pembayaran uang pembinaan bulanan ini, kata Rudi, diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan para atlit dan pelatih selama masa pandemi Covid-19 ini. ” Apalagi saat ini bulan Ramadan dan sebentar lagi lebaran Idul Fitri, tentunya kebutuhan akan lebih meningkat. Kami harap pebayaran triwulan 1 ini bisa membantu mengurangi beban itu,” ujarnya.

Rudi menegaskan, untuk pembayaran uang pembinaan tersebut tetap dilakukan dengan sistem non tunai seperti halnya pembayaran bonus beberapa waktu lalu. Koni tetap memperhatikan persyaratan yang diajukan oleh pengcab peraih medali secara selektif. “Bagi pelatih dan atlit yang melangar ketentuan yang telah ditetapkan,  kita harus konsisten untuk tidak mencairkan dulu. Ini bentuk ketegasan Koni Kabupaten Solok,” ucap Rudi.

Ketegasan dan komitmen yang telah digariskan oleh oni dalam penatakelolaan olahraga di daerah itu menjadi sangat urgen, lantaran Koni sendiri tak menginginkan pelatih dan atlit yang tak bermental bagus. “Utamanya mereka harus memiliki disiplin seorang patriot olahraga sejati, tetap berlatih mandiri serta menjaga etika,”katanya.

BACA JUGA:  Terkait Kelanjutan RSUD di Puncak Kabun Taranak Pessel, Ini kata Bupati Hendrajoni

Apa lagi disaat pandemi Covid-19  yang membuat semua aktifitas serba terbatas karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sementara di sisi lain, para atlit tetap harus menjaga kebugaran dengan melakukan latihan mandiri di rumah selama masa pandemi ini.

Latihan mandiri ini kata Rudi menjadi penting, lantaran menjaga kebugaran fisik untuk tetap prima menjadi keharusan bagi setiap atlit gara mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasinya. “Kita tetap harus menjaga kebugaran fisik dan stamina, namun tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” bebernya.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor: Malin Marajo

 

Facebook Comments

loading...