Diserahkan Wawako Solok, 265 WBP Lapas Kelas II B Laing Dapatkan Remisi Tahunan

30
wawako Solok Reinier menyerahkan secara simbolis remisi dari pemerintah terhadap warga binaan di lapas kelas IIb Laing Kota Solok, Sabtu (17/8) Humas

SOLOK KOTA– Bersamaan  dengan gegap gempita perayaan HUT RI ke 74 di seluruh Nusantara, sebanyak 265 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Laing Solok mengharu biru karena mendapatkan remisi tahunan dari pemerintah.

Surat keputusan pemberian remisi umum  tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Solok Reinier, Sabtu (17/8).Turut hadir, Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Solok Efriyon Coneng Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, Forkoimda, Anggota DPRD Kota Solok Rusdi Saleh, Kepala Lapas Kelas II B Laing Kota Solok Karto Rahardjo dan sejumlah para Kepala OPD.

Karto Rahardjo dalam laporannya menyampaikan, jumlah penghuni lapas saat ini sebanyak 432 orang. Terdiri dari tahanan 88 orang, dan narapidana sebanyak 344 orang. Pada tahun ini, Lapas Kelas II B Laing mengusulkan sebanyak 265 orang untuk mendapatkan Remisi Umum. “Alhamdulillah, dari hasil yang dikirim Kementerian Hukum dan HAM RI, sebanyak 265 orang tersebut mendapatkan remisi,” ujarnya.

Lapas Kelas II B Laing dalam kesehariannya, melakukan pembinaan kepribadian yakni sholat berjamaah, baca alquran, penyuluhan agama, serta melakukan pembinaan kemandirian seperti pelatihan dan oengembangan ekonomi kreatif.

Lapas Kelas II B Laing juga telah dilengkapi dengan CCTV yang telah berhasil mempermudah pengawasan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan. Selanjutnya, ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kota Solok dan Pemerintah Kabupaten Solok atas perhatian yang sangat besar kepada Lapas. “Semoga kerjasama dan dukungan yang diberikan selama ini akan terus berjalan baik untuk kedepannya,” sebutnya.

BACA JUGA:  Miliki Gedung Baru, PMI Kota Solok Didorong Jadi Pusat Pelayanan Kegiatan Kemanusiaan Wilayah III Sumbar

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solok Reinier membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mengatakan,  sebagai nikmat dan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, kemerdekaan memang perlu disyukuri. Rasa syukur dalam memperingati Hari Kemerdekaan ini tentunya menjadi milik bagi segenap lapisan masyarakat pada umumnya dan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan pada khususnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi; Warga Binaan Pemasyarakatan akan diberikan Remisi (pengurangan pidana). “Remisi diberikan bagi Narapidana dan Anak yang untuk sementara harus menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan atau Lembaga Pembinaan Khusus Anak maupun Rumah Tahanan Negara,” ucap Reinier.

Pemberian Remisi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak Warga Binaan Pemasyarakatan, tetapi lebih dari itu Remisi merupakan apresiasi Negara terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional.

Melalui pemberian Remisi ini diharapkan seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan agar selalu patuh dan taat pada hukum/norma yang ada sebagai bentuk tanggung jawab baik kepada Tuhan Maha Pencipta maupun kepada sesama manusia.

“Pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa kondisi Lapas/Rutan mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kondisi Lapas/Rutan yang kelebihan penghuni di atas 100% saat ini menjadi sumber segala permasalahan, bahkan terkadang menjadi alasan “pembenar” terhadap terjadinya penyimpangan-penyimpangan di Lapas/Rutan,” ujarnya.

Kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan yang pada hari ini mendapatkan Remisi, khususnya yang bebas hari ini, pihaknya mengucapkan selamat dan mengingatkan agar tetap berupaya meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai landasan dalam menjalani kembali kehidupan di tengah-tengah keluarga dan sebagai anggota masyarakat. “Jadilah insan yang taat hukum, insan yang taat hukum, insan yang berakhlak dan berbusi luhur, serta insan yang mempunyai makna dan berguna dalam hidup dan kehidupan,” tutupnya.

BACA JUGA:  Kecelakaan Maut di Guguak Solok, Ibu dan Anak Tewas Digilas Truk

 

Sumber: Humaspro Kota Solok

Editor: Malin Marajo

Loading...
loading...