Ketua Asosiasi Walinagari Dharmasraya Ajak Seluruh Walinagari Sukseskan Festival Pamalayu

74
Ketua Asosiasi Walinagari Kabupaten Dharmasraya H. Rasul Hamidi Dt. Saridano

DHARMASRAYA – Alek akbar kebudayaan telah diluncurkan pada Kamis (22/8) di Museum  Nasional Jakarta. Selanjutnya rangkaian kegiatan Festifal tersebut akan digelar di Kabupaten Dharmasraya. Festival mengetengahkan kegiatan lomba menulis sejarah Dharmasraya, Lomba Photo Sejarah Dharmasraya dan lomba membuat Vlog (video pendek) juga tentang sejarah Dharmasraya itu, dimaksudkan memperkaya wacana kesejarahan dari kabupaten berjuluk Ranah Cati Nan Tigo ini.

Kegiatan Festival Pamalayu akan diisi dengan pesta rakyat dengan mengetengahkan pawai perahu atau arung Pamalayu, parade kuliner tua Dharmasraya, pameran artefak atau peninggalan masa kerajaan Dharmasraya, karnafal budaya, olahraga dan berbagai kegiatan pesta rakyat lainnya.

Kegiatan juga lebih banyak dipusatkan di seputar candi Padang Roco dan jembatan kabel merah Pulau Punjung, karena keduanya bernilai sejarah bagi Dharmasraya dan Pamalayu.

Ketua Asosiasi Walinagari Kabupaten Dharmasraya (Aswana Dharma) H. Rasul Hamidi Dt. Saridano mengatakan, kegiatan Festival Pamalayu harus didukung oleh seluruh walinagari di Dharmasraya. Pasalnya, kegiatan ini seluruhnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Tujuan kita memimpin nagari, pasti untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu jika ada kegiatan yang muaranya untuk kesejahteraan rakyat, maka kita para walinagari harus memberikan dukungan,” kata Walinagari Sungai Rumbai itu.

Lebih jauh Dtuk Saridano menjelaskan, melalui Festival Pamalayu, sejarah Dharmasraya akan diperkenalkan ke seantero nusantara, bahkan target kita kepada dunia. Dengan demikian, Indonesia akan mengenal Dharmasraya dan Indonesia akan berkunjung ke Dharmasraya.

BACA JUGA:  2 Anggota DPRD Sumbar Boyong Cairan Disinfektan ke Dapil Sumbar VI

“Jadi kita akan menjadi objek wisata budaya besar dan menarik,” imbuh walinagari yang sudah menjabat selama tiga periode ini.

Menurut Saridano, untuk menyiapkan diri menjadi daerah tujuan wisata budaya, maka anak nagari Dharmasraya harus menyiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik. Tuan rumah bisa menyajikan atraksi budaya berupa permainan anak nagari dan juga karya seni dan budaya menarik, kuliner enak serta disukai.

“Jadi wisatawan kita sambut dengan atraksi budaya. Kemudian kita jual sovenir yang dihasilkan oleh anak nagari sendiri, terus kita jualan makanan berakar dari budaya Malayu yang enak. Maka orang akan senang melihat budaya kita dan mereka akan terus berdatangan ke tempat kita untuk membelanjakan uangnya dan insyaalah kita semua bakal menikmatinya,” terangnya.

Tambahnya lagi, festival Pamalayu baru pertama kali digelar, dan akan berlanjut pada tahun berkitnya. Maksud dan keterwujudan apa yang menjadi tujuan dari Pamalayu setelah dilaksanakan secara berkesinambungan, dan terus menerus.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif mengikuti semua agenda festival. Ikut lomba menulis sejarah, lomba photo dan lomba vlog. Kesemuanya akan sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan jga bermanfaat bagi orang lain, pungkasnya.

Reporter : S Humas

Editor     : Melatisan

Facebook Comments

loading...