Diikuti 100 Lebih Peserta, PB Porserosi Gelar Pelatihan Pelatih dan Wasit Nasional

Staf Ahli Kemenpora Candra Bakti foto bersama dengan pengurus PB Porserosi dan peserta pelatihan pelatih dan wasit Nasional sepatu roda di Megaland hotel Solo, Jum'at (19/7).

SOLO-Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Porserosi) kembali menggelar pelatihan pelatih dan wasit tingkat nasional. Kegiatan yang digelar di Hotel Megaland Solo Jawa Tengah dari tanggal 19-21 Juli 2019 ini, diikuti oleh sedikitnya 100 orang peserta dari seluruh Indonesia.

Oster P Rumbo dalam kapasitasnya sebagai Ketua Panitia pelaksana pelatihan mengungkapkan Pelatihan ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu pelatihan pelatih sepatu roda cepat, pelatihan wasit disiplin sepatu roda cepat dan pelatihan wasit disiplin sepatu roda free style.

“Iven ini akan digelar berkelanjutan agar pelatih dan wasit yang ada di bawah PB Porserosi memiliki kwalifikasi yang jelas dalam peningkatan dan pengembangan olahraga sepatu roda di Indonesia,” kata Oster saat pembukaan pelatihan, Jum’at (19/7).

Searah dengan itu, wakil ketua umum bidang organisasi PB Porserosi Junaidi,SE, menyebutkan, menyebutkan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rakernas Porserosi di Bandung pada bulan Januari 2019 lalu, yang merekomendasikan untuk melakukan pengembangan SDM pelatih dan wasit di bawah PB Porserosi.

Dia menyebutkan, saat ini ada sepuluh disiplin dalam porsesrosi, namun selama ini didominasi oleh speed skating. Padahal sejatinya porserosi selalu mengakomodir disiplin (cabang)lain yang juga sangat memungkinkan untuk dikembangkan. “Di beberapa daerah, disiplin ini sudah mulai tumbuh dengan baik. Seperti skateboard dan inline freestyle, sementara daerah lain masih fokus pada pengembangan inlien speed skate,” kata Junaidi.

Sementara itu, staf ahli bidang kerjasama Kemenpora Candra Bhakti yang didaulat membuka acara itu, berharap pelatihan tersebut memberikan pemahaman yang benar terkait kepelatihan dan wasit disiplin Porserosi.

Pihaknya memuji perkembangan atlit Porserosi yang sangat membanggakan dalam beberapa tahun belakangan. Mulai dari Sea Games maupun Asian Games. Dalam membangun prestasi atlit, kata dia, PB Porserosi sudah mulai Roundown atlit develoomen program. “Kalau ingin atlit sepatu roda mempunyai prestasi dunia, harus mulai berfikir untuk jangka panjang,” ucapnya.

BACA JUGA:  Selekda Pra PON Sepatu Roda, Status Atlit Binaan Koni Sumbar Dipertanyakan

Menurutnya, harus ada pemetaan yang jelas tentang potensi yang ada. Sehingga pembinaannya lebih terarah.
Sementara itu, sesuai dengan Undang-undang keolahragaan nasional, setiap kabupaten/kota dituntut untuk melakukan pembinaan terhadap satu olahraga unggulan.

Terkecuali itu, pelatih yang ada sekarang harus bisa mengadopsi dan memanfaatkan teknologi yang ada, kalau tak ingin tertinggal dalam revolusi industri 4.0 ini. Wasit pun juga demikian. “Saya ingin lisensi yang dikeluarkan nantinya juga mendapatkan pengakuan dari federasi internasional,”

Reporter: MALIN MARAJO

 

Facebook Comments

loading...