Diduga  Kerancunan Makanan, Puluhan Warga Siguntur Dilarikan Ke Puskesmas Gunung Medan

Diduga selesai menyantap makanan lontong, sebanyak 45 anggota wirid pengajian di Kenagarian Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, mengalami keracunan makanan.

DHARMASRAYA – Diduga selesai menyantap makanan lontong, sebanyak 45 dari  65 anggota wirid pengajian di Kenagarian Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, mengalami keracunan makanan. Seorang diantaranya dikhabarkan meninggal  dunia, sedangkan sisanya mendapat perawatan  intensif oleh tim kesehatan Dharmasraya, Sabtu (10/8).

Dari Informasi yang dikumpulkan,  peristiwa keracunan massal itu  berawal ketika korban selesai mengikuti kegiatan yasinan rutin setiap Kamis malam dikediaman Siti Amar di Jorong Balai Janggo, Nagari Siguntur. Seperti biasa, selepas pengajian, jemaah disuguhi makanan lontong oleh tuan rumah.

Menurut salah seorang korban, Elly, dirinya mulai merasakan sakit perut pada hari Jumat (9/8) sore. Pada saat itu, dirinya merasa mual dan mencret, sehingga badannya lemah. Namun dmeikian belum ada timbul rasa curigaan atas keracunan makanan. Puncak rasa sakit dideritanya terjadi ketika  Jumat malam.

Sementara itu, Wali Nagari Siguntur Aswat. SE. MM, menjelaskan,  Pemerintah nagari mengetahui puluhan orang warga diduga mengalami keracunan makanan setelah ada laporan warga.  Tidak menunggu waktu lama, ia langsung mengintruksikan kepada seluruh pihak berkompeten diwilayahnya, baik pemuda, maupun tokoh masyarakat untuk segera mengantisipasi dengan membawa korban untuk diperiksa ke rumah sakit.

Terpisah Sekretaris Dinas Kesehatan Dharmasraya Yosta Devina, didampingi Kabid P2P, dr Helmi, Kepala Puskesmas Gunung Medan drg Lenita Arifin, serta Ulfa salah seorang petugas Balai Pengamanan Obat dan Makanan (BPOM) Dharmasraya menjelaskan bahwa, pihak kesehatan sedang melakukan pemeriksaan dan pengobatan kepada seluruh korban.

Untuk sementara korban sudah mendapat perawatan sebanyak 45 orang. Seorang diantaranya meninggal dunia atas nama Rahmima (52), warga Jorong Balai Janggo. Sisanya sekira 20 orang lagi masih dalam pantauan tim medis.

BACA JUGA:  Tingkatkan Pelayanan, Bank Nagari Bangun Gedung Baru Bertingkat Tiga di Tapan

” Sejauh ini seluruh korban sudah ditangani tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh dan Puskesmas Gunung Medan.  Terhadap indikasi seluruh korban diduga karena keracunan makanan belum bisa dipastikan sebelum keluar hasil pemeriksaan laboratorium,” sebut Yosta Devina.

Reporter  : S. Hanif

Editor      : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...