Beranda Birokrasi Dharmasraya Sambut Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19

Dharmasraya Sambut Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19

Vidcon
Bupati Dharmasraya bersama Forkopimda mengikuti rapat kerja bersama Gubernur Sumbar melalui vidie conference, Minggu (7/6)

Beritanda1 – Kecuali Kota Padang dan Kepulauan Mentawai yang masih menjalani masa transisi hingga 12 Juni mendatang, 17 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat resmi menerapkan  Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC) mulai Senin (8/6/20).

 

Pelaksanaan  konsep  New Normal itu diputuskan dalam rapat kerja Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama seluruh kepala daerah melalui Vidio Conference (Vidcon), Minggu (7/6/20) di Padang.

Menyambut penerapan TNBPAC ini,  Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang mengikuti rapat bersama  Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat,  mengaku mendukung penuh penerapan new normal yang telah ditetapkan oleh pemerintah Pusat, dan Provinsi.

Dikatakan Bupati Sutan Riska,  Kabupaten Dharmasraya bahkan telah lebih awal menerapkan kriteria WHO. Mulai dari mendeteksi sistem kesehatan, dengan cara menguji, mengisolasi, serta menangani setiap kasus dan melacak setiap kontak.

“Adapun Sekolah, tempat kerja dan ruang-ruang publik lainnya, telah menetapkan langkah-langkah pencegahan, menyangkut tinggi resiko pemindahan,” papar Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

Sebelumnya, dapat Rapat Kerja Vistual yang dipimpin Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Wagub Nasrul Abit serta Forkopimda Sumbar dan Pimpinan Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, ditegaskan bahwa kriteria penerapan new normal dikeluarkan organisasi kesehatan dunia (WHO) terdapat tiga persyaratan mesti dipersiapkan untuk memasuki TNBPAC.

Pertama sekali kesiapan dari kajian epidemologi. Dalam data telah tergambar tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19.Meski demikian, langkah kongkrit pencegahan, tetap dilakukan melalui kebijakan perpanjangan status tanggap darurat termasuk mempertahankan pemeriksaan pada pos perbatasan, baik darat, laut maupun udara hingga 28 Juni 2020.

Selanjutnya, bagi orang datang, akan dilaksanakan swab tes secara gratis. Mereka menjalani isolasi, hingga hasil negatif keluar. Adapun penerapan ini, pihak Gugus Tugas Penanganan COVID-19  Pusat, serta aparatur TNI dan POLRI akan mendukung penuh penerapan TNBPAC.

BACA JUGA:  Solsel Usulkan 10.390 Jiwa Menerima Bantuan Terdampak Covid 19

Selain itu, terkait kesiapan sistem kesehatan, baik kapasitas rumah sakit, tenaga medis, fasilitas isolasi, laboratorium maupun ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dinilai mencukupi hingga bulan Desember 2020 nanti.

“APD level 3 kita siapkan untuk rumah sakit, lokasi karantina dan laboratorium, agar lebih efektif dan efisien,” terang Irwan.

Adapun persyaratan terakhir, meliputi kesiapan masyarakat. Makanya, dituntut dukungan penuh Bupati/ Wali Kota untuk menggerakkan kesadaran masyarakat ke tingkat nagari, hingga Jorong.

Pada prinsipnya sebahagian besar masyarakat telah memahami protokol kesehatan Covid-19, namun belum diterapkan secara disiplin. Maka selama New Normal, maka masyarakat dituntut penuh terhadap protokoler kesehatan, selalu memakai masker, jaga jarak, dan sering mencuci tangan.

Pada kesempatan, pimpinan Laboratorium Biomedik FK Unand, Dr. Andani Eka Putra menerangkan pihaknya optimis dengan penanganan Covid-19 di Sumatera Barat akan berjalan dengan baik.

Menyongsong era TNBPAC, ulas Andani Eka Putra, semua pihak harus saling bersinergi untuk melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat, Trace, Test, Isolation and Treatment, survailance serta tes polymerase chain reaction (PCR) masif pada semua komponen harus dipastikan.

“Terkait kapasitas tes PCR, kita mampu menampung 2.000 hingga 2.500 pemeriksaan setiap hari,” tegasnya.

 

Reporter: S Hanif

 

Artikel sebelumyaDinsos Pasaman Gelar Rakor Pemutakhiran Data Penerima BLT
Artikel berikutnyaPemkab Solok Terus Bergerak Mempersiapkan Tatanan Kehidupan Baru