Derita Candra Nova, Awalnya Typus, Divonis Ginjal Hingga Lumpuh Total

Perwakilan Alumni MTsN Padang Panjang angkatan 95 saat memberikan dukungan moral kepada Candra Nova di kediamannya di belakang MAN Sumpur Tanah Datar, Minggu (30/6)

Tanah Datar—Malang benar nasib Candra Nova (40), warga nagari Sumpur Kec. Batipuh Selatan ini hanya bisa tergolek lemah di pembaringan. Nyaris sekujur tubuhnya mati rasa. Raganya lumpuh, tak ada satupun yang bisa digerakkan, kecuali mata yang masih bisa berkedip dan mulut yang bisa berucap.

Bapak tiga anak ini hanya bisa pasrah. Tak tau harus berbuat apa, selain berharap kepada sang penyembuh agar kesehatannya kembali pulih dan bisa melanjutkan mimpi-mimpi bersama keluarga kecilnya yang tinggal di belakang MAN Sumpur. Harapan akan kesembuhan, seakan hanya mengambang di langit-langit ruangan tengah rumahnya yang disulap menjadi ruang perawatan.

Menurut pria yang sebelumnya bekerja sebagai tukang pangkas rambut ini, dia tidak pernah mengira akan mengalami penyakit sedemikian rupa. Awalnya, dia mengalami kelelahan dan divonis menderita sakit typus. Untuk penyembuhan, Candra pun menjalani perawatan di RSUD Padang Panjang.

“Awalnya kata dokter saya kena typus dan harus dirawat di RSUD Padang Panjang, karena untuk penyembuhan butuh istirahat total,” cerita Candra dengan sedikit terbata-bata, Minggu (30/6).

Namun naas, bukannya mendapat kesembuhan, Candra kemudian malah divonis menderita penyakit ginjal. Padahal sebelumnya, dirinya tidak pernah merasakan gejala ataupun tanda-tanda seperti lazimnya penyakit tersebut menyerang penderitanya. Tak ingin memperpanjang masalah, Candra kemudian menjalani perawatan sebagai pasien yang menderita penyakit ginjal, meski dalam hati tetap belum percaya dengan diagnosa dokter. Pil pahitpun kembali ditelan, kondisinya malah kian memburuk.

“Awalnya masih bisa berjalan. Tapi sekarang untuk ke belakang harus di gendong, karena semuanya sudah mati rasa,” keluhnya.

Kondisi ini dialaminya sejak pertengahan bulan Ramadhan lalu, hingga pihak keluarga kemudian memutuskan untuk menghentikan perawatan di rumah sakit dan menjalani perawatan di rumah saja. “Kami bingung, karena ketika menjalani perawatan di rumah sakit, kondisinya malah tambah parah. Makanya kami bawa pulang saja, karena tak ada kejelasan akan penyakitnya,” tambah Elmi istri Candra.

BACA JUGA:  Bupati Pessel Evaluasi Kegiatan Pembangunan 2019

Direspon Alumni

Derita yang alami Candra akhirnya mendapat empati dari teman-teman seangkatannya waktu sekolah MTsN Padang Panjang dulu. Berbekal informasi di group WahatsApp angkatan 95, donasi untuk membantu meringankan beban Candra pun mulai digalang. Hanya dalam waktu seminggu, sumbangan sebanyak Rp. 4,9 juta lebih pun terkumpul dan disalurkan kepada Candra.

“ Saya tak menyangka, ternyata animo kawan-kawan alumni untuk membantu beban Candra ternyata sangat tinggi. Padahal banyak yang sudah lupa, karena sudah 24 tahun tidak bertemu,” kata Yenni Arfi yang didapuk menjadi bendahara Alumni angkatan 95 MTsN Padang Panjang.

Awalnya kata Yenni, untuk membantu Candra hanya akan diambilkan dari kas uang sosial yang dikumpulkan tiap bulan dari anggota. Namun setelah dimusyawarahkan, disepakati untuk menghimpun donasi khusus untuk Candra. “Sumbangan yang terkumpul itu kemudian diserahkan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp. 4 Juta dan sisanya dalam bentuk makanan dan sembako,” tambah Yenni diamini Lidia dan Tono alumni lainnya.

Sementara itu, Lidia menambahkan, kehadirannya di kediaman Candra bersama perwakilan Alumni, selain untuk menyalurkan donasi dari teman-teman seangkatannya, sekaligus untuk memberikan dukungan moral kepada Candra dna keluarganya agar tak larut dalam kesedihan dan berjuang melawan penyakitnya itu.

“Kami ingin memberikan semangat, agar teman kami ini tak putus asa dengan kondisi yang dialaminya. Memang tak mudah melewati kondisi seperti ini, namun kami yakin, dengan iktiar dan kesungguhan, Candra akan mampu menjalaninya,” ucapnya.***

 

Penulis : MALIN MARAJO