Datangi Kantor Wali Nagari, Warga Simalidu Tuntut Pelayanan Pengurusan Model NA

192

DHARMASRAYA – Diduga salah mengambil kebijakan, Wali Nagari Simalidu, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, didemo warga setempat.

Kekesalan warga memuncak karena wali nagari Simalidu tidak mengeluarkan surat model NA sebagai syarat untuk menikah bagi mereka yang ingin berkeluarga. Atas sikap demikian, akhirnya ratusan kaum ibu bersama kaum bapak melakukan aksi damai dengan mendatangi kantor Wali Nagari setempat, Rabu (2/10).

Kedatangan massa yang merupakan warga nagari Samilidu disambut Wali Nagari Simalidu Ismail Yunus didampingi Camat Koto Salak H Sarbaini bersama perangkat kecamatan, Kasat Reskrim Polres Dharmasraya AKP Suyanto. SH dan Kapolsek Koto Baru Iptu Nafris dan puluhan anggota Polres Dharmasraya.

Dalam orasinya, kaum induak-induak (kaum ibu) itu, mendesak pihak kenagarian, terutama Wali Nagari Simalidu, agar mempercepat dan tidak menghalang-halangi penandatangan atau mengeluarkan model NA sebagai syarat menikah bagi warga.

Menurut Mawardi (32), salah seorang warga pendemo, tiga tahun terakhir pengurusan model NA selalu dipersulit oleh wali nagari. Berbeda perlakuan kepada warga ekstrans, urusannya selalu lancar tanpa ada hambatan.

Tentunya hal ini, menjadi pertanyaan bagi warga atas sikap tebang pilih dilakukan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas administrasi pemerintahan. Terutama tentang model NA merupakan surat yang sangat urgent untuk pendaftaran bagi kedua calon suami istri kepada pihak pegawai kantor urusan agama (KUA) untuk persyaratan pernikahan sesuai dengan agama dan diakui negara. .”Melalui unjuk rasa ini, kami berharap kepada wali nagari, untuk memperlancar segala bentuk administrasi pemerintahan terhadap pelayanan publik, tanpa pandang bulu,” terang Mawardi.

BACA JUGA:  Kebakaran, Tiga Rumah Warga Di Cupak Tinggal Puing

Secara terpisah Camat Koto Salak H Sarbaini Chan, didampingi Kapolsek Koto Baru Iptu Nafris mengatakan, pada akhir tahun 2018 silam, atas laporan masyarakat tidak dapatnya mengurus model NA bagi warga Simalidu. Pihaknya telah dilakukan mediasi antara masyarakat, tokoh dan wali nagari.
Namun keluhan masyarakat diayomi tidak juga bisa diakomodir. Tentunya telah menjadi bom waktu bagi pemerintahan nagari Simalidu sendiri.

Pada prinsipnya, warga Simalidu hanya menuntut hak mereka yang terampas oleh pejabat berwenang dalam pengurusan model NA, berupa surat keterangan tempat Nikah. Makanya mereka menuntut karena dianggap sudah buntu.

Setelah disepakati oleh wali nagari Simalidu Ismail Yunus, berupa surat kesepakatan bersama dibubuhi langsung oleh wali nagari, Ninik mamak, tokoh pemuda, dan pihak Muspika, maka pendemo langsung bubar dan kembali kerumah masing-masing.

Adapun tuntutan warga disepakati oleh wali nagari Simalidu tersebut, yakni, wali nagari bersedia atau menyepakati, bahwa pengurusan model NA yang selama ini ditandatangani oleh Ninik mamak, maka kedepan hanya ditandatangani oleh kepala jorong dan wali nagari.

Kedua, bagi NA masyarakat belum keluar akan segera dikeluarkan dan ditandatangani oleh kepala jorong dan wali nagari. Ketiga, bahwasanya sebelum ada penyelesaian Ninik mamak di Nagari Simalidu, maka model NA akan tetap ditandatangani oleh kepala jorong dan wali nagari.

Tuntutan berikutnya, wali nagari akan selalu melayani administrasi pemerintahan tanpa ada pengecualian sesuai dengan aturan yang berlaku.

Reporter : S Hanif
Editor : Melatisan

Loading...
loading...