Datangi BPN Solok Selatan, Anggota Keltan Sungai Mangun Konsultasi Masalah Tanah Garapan

42
Sejumlah anggota Keltan Sungai Mangun saat berdialog dengan petugas loket informasi BPN Solok Selatan

SOLOK SELATAN – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solok Selatan kedatangan ‘tamu’.  Puluhan orang anggota Kelompok Tani (Keltan) Sungai Mangun, Nagari Pauh Duo Nan Batigo mendatangi kantor tersebut guna  mengutarakan uneg-uneg sembari berkonsultasi tentang apa yang mereka resahkan selama ini. “Kami cemas, karena tanah yang sudah kami olah semenjak lama tiba-tiba ‘dicaplok’ kelompok tani lain,” ujar Ketua Keltan Hendri Yunison kepada wartawan di BPN Solsel, Senin (22/7).

Tersebab kepala BPN Solsel Suhartoyo tidak ditempat, kedatangan anggota Keltan di BPN hanya disambut beberapa petugas di loket informasi. Meski demikian, ketua Keltan Sungai Mangun, Hendri Yunison, tetap menyampaikan maksud kedatangannya untuk mencari titik terang tentang persoalan yang mereka hadapi. Henri mengatakan,  Keltan Sungai Mangun secara administratif memang dibentuk 2017, dengan anggota sebanyak 23 orang dan masih berlanjut sampai kini. Namun pengolahan lahan, sudah dilakukan secara perorangan dari sejak lama. Hendri sendiri, mulai mancacak tanah di rimbo Bangko Sungai Mangun itu, semenjak tahun 2006. “Anggota lain, ada yang sebelum itu,” katanya.

Kelompok tani mereka, dibuat berdasarkan kesepakatan dan musyawarah dari mereka yang telah berladang dan lokasinya saling bersekatan di areal itu. “Kami berharap, dengan membentuk kelompok tani, hidup kami dengan bertani bisa lebih baik. Sebab akan dibina dan diberi bantuan seperti bibit, peralatan dan pupuk dari pemerintah,” ungkap Hendri tentang alasan mereka membentuk kelompok tani.

BACA JUGA:  1.100 Karung Pasir Disiapkan Atasi Abrasi Pantai Kampung Karang Labuang Pessel

Lahan kelompok yang digarap diperkirakan mencapai hampir 50 hektar. Saat ini sudah berisi berbagai jenis tanaman seperti Sawit, kulit manis dan kopi. ” Tanaman ini mulai memberi harapan untuk penghidupan keluarga kami dimasa mendatang,” tuturnya.

Kecemasan datang karena begitu santer informasi tentang  akan dikeluarkannya sertifikat tanah untuk kelompok tani lain. Disebut-sebut, tanah yang didaftarkan sampai ke areal ladang mereka. Tidak ingin salah langkah, mereka bersepakat datang dan bertanya ke BPN. “Kami tentu cemas. Jerih payah bertahun-tahun bisa lepas,” ungkap Osriadi, Bendahara Keltan Sungai Mangun.

Osriadi mengatakan, secara administrasi mereka memang mereka lemah. “Tapi tuhan dan orang kampung menjadi saksi. Kerja kami bergelanggang matahari, nampak oleh orang banyak,” katanya. Osriadi bahkan sangat menginginkan dilakukannya pengecekan lansung ke lapangan oleh berbagai pihak terkait.

Petugas BPN yang berada di loket informasi, ternyata mampu menjelaskan berbagai pertanyaan anggota kelompok tani Sungai Mangun. Terlihat empat orang petugas yang ada, mampu menerangkan prosedur dan tata cara mensertifikatkan tanah. Namun petugas tersebut menolak  dituliskan jatidirinya saat dikonfirmasi awak media. “Buat sajalah petugas di loket informasi. Sebab keterangan secara personal tentu harus melalui kepala BPN,” ungkap salah seorang petugas BPN.

Dalam jawabannya, petugas di loket informasi menyampaikan bahwa permohonanan dari salah satu kelompok tani di daerah Bangko Nagari Pauah Duo Nan Batigo mang ada. “Namun itu masih dalam proses, belum keluar sertifikatnya,” jelas salah seorang petugas.

Terkait persoalan kelompok tani Sungai Mangun, mereka meminta untuk membuat surat ampalan atau keberatan jika ada lahan mereka yang ternyata ikut diajukan.

Usai pertemuan, Ketua Kelompok Tani Sungai Mangun Hendri Yulison, mengatakan akan segera menindaklanjutinya. “Dalam waktu dekat, kami akan membuat surat ampalan tersebut,” katanya.

BACA JUGA:  Bupati Sijunjung Lantik Wali Nagari Limo Koto dan Wali Nagari Palaluar

Reporter : JO

Editor     : Malin Marajo

Loading...
loading...