Beranda Daerah Datang ke DPRD, Mahasiswa Desak BK Proses Anggota yang Terlibat Aksi Kericuhan...

Datang ke DPRD, Mahasiswa Desak BK Proses Anggota yang Terlibat Aksi Kericuhan Dalam Sidang Paripurna

datang
Datang dengan membawa sejumlah famplet, Aliansi Mahaasiswa Solok mengkritisi prilaku dan insiden lempar asbak yang terjadi di DPRD Kabupaten Solok

Beritanda1 – Merasa gerah dengan kisruh yang terjadi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, khususnya  terkait dengan insiden “lempar asbak” yang telah menjadi kosumsi Nasional, Aliansi Mahasiswa Solok (AMS) datang ke Arosuka untuk menggelar orasi dan melakukan audiensi  dengan wakil rakyat  di lembaga DPRD setempat, Kamis (25/8/2021). 

Datang dengan koordinator aksi Anggra Islami Dasya bersama Anjeli Syarma dan Hakim, puluhan mahasiswa AMS sekitar pukul 11.00 Wib diterima pimpinan  DPRD Wakil Ketua DPRD Ivoni Munir dan Lucki Efendi melakukan dialog timbal balik dengan sejumlah anggota DPRD setempat.

Pertemuan yang  digelar diruang Sidang Utama Sekretariat DPRD Kabupaten Solok itu,  datang menghadiri DPRD lainnya, seperti Nosa Eka Nanda, Sp.d (Ketua Fraksi PKS), Aurizal, Spd (Ketua Fraksi PAN), Hafni Hafiz (Ketua Fraksi Gerindra), Dian Anggraini (Ketua Fraksi Demokrat), Zamroni, SH (Ketua Fraksi PDIP – Hanura), M. Hidayat (Ketua Fraksi NasDem), Yetty Aswati (Ketua Fraksi Golkar), Septrismen dan Madra Idriawan (Fraksi Gerindra), Faisal (Fraksi PAN) dan Vivi Yulistia (Fraksi Golkar).

Sebelum dilakukan audiensi, mahasiswa AMS sempat melakukan orasi dengan mengusung sejumlah famplet bertuliskan kritikan kepada anggota DPRD diantaranya: Solok yang bermartabat di rusak oleh Para Pejabat.

Duduk
Mahasiswa Ams Duduk Melingkar Di Halaman Kantor Bupati Sebelum Mengikuti Audiensi Di Dprd Kabupaten Solok

Kemudian ada juga spanduk dengan narasi: Kampanye Bikin Aturan Tanpa Rakyat, Saudara Dipilih Bukan Dilotre, serta  DPRD Jangan Saling Mukul Kerja aja yang Betul.

Mahasiswa juga memampangkan tulisan:Katanya Kawasan Tanpa Asap tapi Kenapa Ada Asbak dan Asbak di Lempar Bos.

Letakkanlah kepentingan masyarakat Kab. Solok diatas segalanya. Masalah jangan sampai berimbas pada pelayanan masyarakat dan berikan contoh yang baik pada masyarakat,” tuntut Mahasiswa.

Selanjutnya ketika  dilakukan pertemuan,  Aliansi Mahasiswa Solok meminta agar anggota dewan yang mewakili rakyat dan dipilih oleh rakyat,  benar-benar menjalankan tufoksinya sesuai aturan yang ada.

BACA JUGA:  Sempat Dirawat 12 Hari, 1 Orang Pasien Covid-19 di Pessel Meninggal

Searah dengan sindiran mereka,  para mahasiswa juga menyayangkan kericuhan yang terjadi di gedung dewan,  hingga terjadi perlemparan asbak,  membalik bangku dan aksi memalukan lainnya. Tingkah anggota DPRD tersebut,  disebutkan telah menciderai kepercayaan masyarakat.

“Kami minta wakil kami di DPRD benar-benar amanah,” sambung Anggra Islami Dasya.

Koordinator Aksi, Anggra Islami Dasya, mengatakan polemik yang terjadi di DPRD Kabupaten Solok saat ini, seperti pembahasan RPJMD yang ricuh, telah membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Solok. Serta telah menjadi tontonan yang tidak baik dan menimbulkan rasa malu bagi masyarakat. Untuk itu, pihaknya ingin meminta kejelasan kepada anggota DPRD Kabupaten Solok.

“Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Solok yang ricuh, telah membuat keresahan di masyarakat. Kericuhan itu, disaksikan oleh banyak orang, menjadi viral dan tampil dalam pemberitaan TV nasional,  media online, media cetak, hingga di media sosial. Karena itu, kami meminta kejelasan dari Anggota DPRD Kabupaten Solok,” ujarnya.

Audiensi
Mahasiswa Melakukan Audiensi Dengan Anggota Dprd Kab Solok

Anggra juga menyampaikan, pihaknya telah mengirimkan surat terbuka terkait hal ini kepada pemerintah daerah. Namun karena tidak ada tanggapan, kemudian meminta melaksanakan  audiensi dengan DPRD Kabupaten Solok.

Dalam kesempatan itu, pimpinan Ivoni Munir  memfalitasi  mahasiswa AMS yang mengajukan serangkaian pertanyaan terkait dengan kisruh yang terjadi di Kabupaten Solok.

Terhadap pertanyaan mahasiswa itu, Ketua Fraksi Gerindra Hafni Hafiz mengungkapkan, persoalan yang muncul hingga mengagetkan banyak kalngan merupakan sebuah dinamika. Pihaknya sebagai anggota dewan yang dituntut menyuarakan aspirasi masyarakat, tetap bekerja dibawah regulasi dan peraturan undang-undang yang jelas.

“ Kalau akhirnya terjadi kekacauan itu dinamika yang menggambarkan semangat memperjuangkan masyarakat dan pembangunan daerah. Kami pastikan tidak ada kepentingan pribadi dan keuntungan personal dibalik semua ini,” papar Hafiz.

BACA JUGA:  Upss..Kominfo Blokir Situs Film IndoXXI, Ini Alasannya.

Dengan serangkaian narasi yang aspiratif, Hafni Hafiz memaparkan  persoalan yang terjadi di lembaga DPRD. Keterangan serupa disampaikan Ketua Badan Kehormatan (BK) Dian Anggreini, yang juga ketua Fraksi Demokrat, tentang tupoksi BK dalam mengawasi tataberacara di dewan, sampai kemudian mengeluarkan sebuah keputusan.

Ketua Fraksi PDI-P Hanura, Zamroni dan masing-masing anggota dewan lainnya juga menjelaskan terkait pertanyaan mahasiswa. Dengan  komunikatif,  anggota DPRD menceritakan kronologis persiteruan yang berkembang, sehingga  kemudian wakil rakyat itu juga menyepakati sejumlah komitmen dengan mahasiswa, mulai dari komitmen Pemerintah Daerah dan DPRD untuk menghasilkan RPJMD yang sah.

Mahasiswa
Mahasiswa Ams Menggelar Aksi Di Depan Gedung Dprd Kabupaten Solok Sebelum Diterima Mengikuti Audiensi Dengan Sejumlah Anggota Dewan

Atas kesepahaman itu, mahasiswa AMS lantas membuat Nota Kesepakatan antara Pihak DPRD Kab. Solok  yang dituangkan dalam Nota Kesepakatan yang ditanda tangani oleh Pimpinan DPRD Kab. Solok. Ivoni Munir, Wakil Ketua II DPRD Lucki Efendi dan Ketua Umum Aliansi Kabupaten Solok, Anggra Islami Dasya.

Ada enam butir tuntutan AMS yang ditandatangani DPRD Kabupaten Solok, dengan  materi:

  1. Pemerintah Daerah yaitu Kepala Daerah dan DPRD menghasilkan RPJMD yang sah baik secara moril maupun materil.
  2. Memaparkan hasil RPJMD yang sah dan Program Unggulan untuk kemajuan Kabupaten Solok.
  3. Anggota DPRD yang melakukan permintaan maaf kepada masyarakat Kabupaten Solok secara terbuka disiarkan di media – media.
  4. Badan Kehormatan agar memproses anggota DPRD yang terlibat dalam aksi kericuhan sidang rapat Paripurna 18 Agustus 2021.
  5. Meminta Bupati agar menimbang kembali perubahan atas Perbub Nomor 60 Tahun 2020 yang dikeluarkan tentang sistem dan Presedur pengelolaan keuangan daerah
  6. Badan Kehormatan agar menjalankam perannya dengan sebaik – baik nya sebagai amanah Konstitusi yang di tetapkan

Pertemuan panjang yang berdurasi sekitar empat jam itu, diselingi adu argumentasi antara mahasiswa AMS dan anggota DPRD Kabupaten Solok, berakhir sekitar pukul pukul 15.56 wib dalam suasana bathin yang saling beragam.

BACA JUGA:  Warga Kaget, Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Batang Lembang Solok

Reporter: Melatisan

Artikel sebelumyaPeningkatan Ekonomi Masyarakat, Pariwisata Menjadi Salah Satu Program Unggulan Tanah Datar
Artikel berikutnyaSyamsurizaldi Dilantik Menjadi Sekda Solsel, Doni Rahmat Samulo Kembali ke Padang