Dari Gedung Museum Nasional, Helat Akbar Kebudayaan Festival Pamalayu Ditabuh Hingga Januari 2020

115

DHARMASRAYA – Keprihatinan terhadap melunturnya nilai nilai persahabatan, kasih sayang, sopan santun dan nilai nilai luhur kehidupan, melahirkan sebuah gagasan besar yaitu pagelaran festival Pamalayu.

Menurut Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, alek akbar kebudayaan festival Pamalayu yang akan dihelat 22 Agustus 2019 sampai 7 Januari 2020 itu, merupakan pintu untuk menjemput nilai nilai tua.

Hal itu disampaikan Bupati termuda Indonesia dalam sambutannya pada acara pembukaan festival Pamalayu di Gedung Museum Nasional, Jakarta. Hadir dalam kesempatan tersebut Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Ketua DPRD Defrino Anwar, anggota DPR RI Alek Indra Lukman, Kepala Museum Nasional Siswanto, Ketua Aswana Dharma, H. Rasul Hamidi Dt. Saridano dan sejumlah tokoh Dharmasraya.

Menurut Sutan Riska, pada zaman dahulu bangsa ini memiliki peradaban yang tinggi, manusia menjaga alam dengan baik dan alam melindungi manusia. Manusia di masa itu saling menghormati, punya tatakrama pergaulan yang tinggi. Manusia di kala itu tidak tergiur dengan kilaunya emas yang berserakan di tanah, mengambil kayu sebatas kebutuhan dan sungai menjadi nadi kehidupan.

“Sekarang kita lihat sungai karuh, lautan ditimbun sampah, bumi berlubang lubang dikeruk kerakusan, kayu kayu menyanggah bumi ditebangi, manusia saling menghina dan mencacimaki. Harimau, buaya dan gajah yang dulu sahabat manusia, kini saling memusnahkan, seolah kita lupa bahwa kehidupan ini akan dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” kata bupati pemegang satya lencana pembangunan ini.

BACA JUGA:  Jaga Pangan Aman, 4 Nagari dan 1 Pasar di Solok akan Diintervensi

Lebih jauh dikatakan, berubahnya tatanan kehidupan di bumi pertiwi disebabkan kedatangan bangsa yang memecahbelah dan mengadu domba. Peristiwa persahabatan diubah menjadi penaklukan, kearifan lokal dibunuh dengan pemahaman mitos dsn semangat gotongroyong kini memudar. “Melalui festival Pamalayu, kita semai kembali benih baru, benih lama yang disimpan dari peradaban nenek moyang kita, kemudian kita tawarkan untuk masa mendatang,” imbuh Sutan Riska.

Festival Pamalayu, didalamnya akan digelar berbagai kegiatan, antara lain lomba menulis, membuat vlog dan lomba photo. Selain itu juga akan digelar pesta rakyat Dharmasraya selama tujuh hari dan tujuh malam. Puncak festival pamalayu adalah pada peringatan hari jadi Kabupaten Dharmasraya.

Reporter : S Hanif.
Editor     : Melatisan

Facebook Comments

loading...