Dampak Banjir, Puluhan Hektar Sawah dan Fasum di Supayang dan Sirukam Rusak Parah

66
Puluhan hektar sawah masyarakat di sisi sungai Banda LawehSirukam dan Supayang mengalami rusak parah akibat banjir Sabtu (8/2)
Puluhan hektar sawah masyarakat di sisi sungai Banda LawehSirukam dan Supayang mengalami rusak parah akibat banjir Sabtu (8/2)

AROSUKA Bencana banjir yang melanda sejumlah kawasan nagari di Kabupaten Solok pada Sabtu (8/2), juga merusak puluhan hektar lahan pertanian masyarakat di nagari Supayang dan Sirukam, kecamatan Payung Sekaki.

Dari pantauan bersama tim NC Solidarity yang melakukan kunjungan guna menyalurkan bantuan penanganan darurat bencana, Minggu (9/2), puluhan hektar hamparan sawah yang memanjang sekira 10 KM  di sisi sungai Banda Laweh tertimbun material lumpur.

Salah seorang penduduk setempat, Syaril (80) mengaku banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai Banda Laweh pertama kali sebesar ini. ” Iko banjir paling gadang pernah terjadi disiko,” tuturnya.

Bersama warga dan kepala jorong Rumah Gadang  nagari Supayang, Adi Putra, tim NC Solidarity mengitari kawasan terdampak banjir di sepanjang aliran sungai yang juga mengyanyutkan pondok sawah serta alat pertanian lainnya.

” Untuk penanganan butuh alat berat   agar bisa dilakukan cetak ulang sawah. Karena lahan pertanian ini sumber perekonomian  warga,” ucap Adi Putra.

Tim NC Solidarity didampingi kepala jorong setempat prihatin menyaksian dampak banjir yang melanda nagari Supayang
Tim NC Solidarity didampingi kepala jorong setempat prihatin menyaksian dampak banjir yang melanda nagari Supayang

Nagari Sirukam

Kondisi serupa juga terjadi di nagari Nagari Sirukam. Sejumlah fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas pertanian rusak akibat meluapnya aliran subgai Banda Lawas di Nagari Tersebut.

Selain Fasum, puluhan hektar lahan pertanian dan ternak milik warga tidak luput di sambar banjir. Diperkirakan, kerugian akibat bencana di Nagari Sirukam mencapai milyaran rupiah.

Kerusakan terparah terjadi pada jalur irigasi Banda Lawas Kanan dan Banda Lawas Kiri. Kerusakan jalur irigasi diprediksi sepanjang lebih kurang 300 meter. Kedua anak Sungai setempat merupakan jalur irigasi pertanian utama di daerah tersebut.

BACA JUGA:  Sedekah Masjid, Tradisi yang Masih Terawat di Nagari Palaluar

Akibat bencana, ruas jalan penghubung antara kawasan Kubang Nan Duo dan Sirukam juga rusak parah. Nyaris seluruh badan jalan tergerus derasnya air.

Fasilitas lain yang rusak adalah jembatan pipa air bersih sepanjang lebih kurang 50 meter di kawasan Kapalo Banda mengalami putus. Banjir juga menyebabkan hanyutnya batu Baronjong penahan tebing di Lubuak Batu Balau.

Kepala BPBD Kabupaten Solok, Armen membenarkan kerusakan tersebut. Pihaknya mengaku sudah mendapat laporan dari Wali Nagari Sirukam.

“Dari laporan pemerintah Nagari, kerusakan terparah terjadi di Nagari Sirukam sangat parah. Kita ditaksir mencapai belasan Milyar,” ungkapnya.

Pihaknya sejauh ini masih masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak bencana yang terjadi di seluruh wilayah kabupaten Solok.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor    : Melatisan

 

Facebook Comments

Loading...
loading...