Dampak Banjir Bandang, Sawah Solok Terancam Kekurangan Air

Solok
Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sawah Solok melakukan gotong royong memperbaiki saluran irigasi yang rusak

Beritanda1 – Saluran irigasi banda tangah di kawasan wisata agro sawah Solok, Kelurahan KTK Kota Solok, ambruk diterjang banjir bandang yang terjadi pada Selasa (12/1/2021) lalu.

 

Akibatnya, sekitar 1 Ha lahan persawahan di Kota Solok itu terancam gagal untuk ditanami padi.

Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Banda Tangah,Yutris Can.SE mengatakan, banjir bandang yang menerjang Kota Solok dan Kabupaten Solok pada hari selasa lalu telah mengakibatkan robohnya saluran irigasi induk yang diperkirakan mencapai 120 meter.

Selain itu, kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) juga mengalami kerugian akibat banjir bandang karena lepasnya ikan dibawa arus air yang meluap dari bandar tangah, sehingga petani mengalami kerugian mencapai puluhan juta Rupiah.

” Kejadian tersebut sudah kami laporkan ke pihak Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian serta Dinas Pekerjaan umum. Alhamdulillah sudah ditinjau langsung kelapangan,” sebut
Yutris Can, Kamis (13/1) di Solok.

Ditambahkan, jika saluran irigasi yang patah karena diterjang banjir tidak segera diperbaiki, dipastikan puluhan hektare sawah tidak bisa diolah. Pasalnya, akibat saluran irigasi patah, pasokan air ke sawah petani akan terhenti total bahkan mencapai ke hamparan sawah di kelurahan IX Korong,Sinapa Piliang dan Kelurahan VI Suku.

” Karena itu, para petani sawah solok berharap saluran irigasi yang rusak segera diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Solok. ” pinta Ketua P3A Banda Tangah itu.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Solok, Harizal yang di dampingi oleh Anggota DPRD Kota Solok lainnya seperti Andi Marianto.ST, Hj.Nurnisma.SH dan Rusdi Saleh mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) terkait saluran irigasi patah karena diterjang banjir beberapa hari lalu.

BACA JUGA:  Setoran PBB-P2 di Kabupaten Solok Hingga Juli 2020 Baru 20,70 Persen

“Saya setelah mendapat laporan kerusakan saluran irigasi karena diterjang banjir dan langsung mengecek ke lapangan. Malah kita juga melakukan gotong royong bersama masyarakat tani yang terdapat di sawah solok,” jelas Harizal.

Untuk saat ini, masyarakat memperbaiki sementara saluran irigasi yang patah dengan memasang karung berisikan pasir agar pasokan air ke sawah petani dapat berjalan normal seperti biasa.

” Insya Allah kami di lembaga legislative akan segera mengkoordinasikan dengan Dinas terkait untuk dilakukan perbaikan saluran irigasi yang permanen secepatnya,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kabid Holtikulturan dan perkebunan, Pertanian Kota Solok, Ir.Yubidarlis, ketika ditemui menjelaskan, dampak banjir yang melanda Kota dan Kabupaten Solok beberapa hari yang lalu mengakibatkan jebolnya saluran irigasi di sawah solok.

Dampaknya, puluhan hektare lahan persawahan ditutupi oleh lumpur berpasir.
Lantaran itu, pihaknya mengusulkan agar segera diprogramkan untuk perbaikan saluran irigasi secara permanen agar sawah petani tetap mendapat pasokan air.

Ia menjelaskan, melihat kondisi pasca banjir, seandainya tidak segera dilakukan perbaikan maka akan terancam gagal panen di hamparan Sawah Solok yang mencapai 200 Ha, meliputi Kelurahan KTK, Kelurahan IX Korong,Kelurahan Sinapa Piliang,Kelurahan VI Suku dan Kelurahan Tanah Garam.

Reporter: Wahyu Haryadi
Editor.    : Melatisan

Facebook Comments

loading...