Dalam Tiga Hari, Jajaran Polda Riau Tangkap Delapan Bandar Narkoba dan Menyita 89. 723,9 Gram Shabu

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi ketika menggelar Konferensi Pers di di halaman Markas Komando Polda setempat di Pekanbaru, Kamis (17/10).

RIAU – Jajaran Polda Riau dalam durasi waktu tiga hari  berhasil menggulung sindikat narkoba dengan jumlah pengungkapan sebanyak 89.723,9 gram Shabu, Pil Ektasi 24.468 butir dan Pil Happy Five sebanyak 967 butir. Kondisi itu menunjukkan bagaimana kesungguhan petugas Polisi setempat untuk mewujudkan  keinginan warga Riau agar  terbebas dari Narkoba.”  Saya juga paham, bagimana narkoba itu membawa bencana dan tidak ada hal positif sedikitpun dari narkoba,” tegas Kapolda Riau Inspektur Jenderal Agung Setya Imam Effendi.

Penangkapan dan Pengungkapan Kasus Shabu itu disampaikan Kapolda Riau ketika menggelar Konferensi Pers di di halaman  Markas Komando Polda Riau Jalan Sudirman no 235 Kota Pekanbaru, Kamis (17/10).

Dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Wakapolda Riau, Kepala BNN Provinsi Riau,  Kakanwil Kemenkumham Riau, DirNarkoba dan Kabid Humas Polda Riau, Perwakilan Balai POM Riau, Perwakilan Granat, Perwakilan Granka serta Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan Riau, Kapolda Irjen Agung Setya Imam Effendi juga mengungkap penangkapan delapan tersangka pelaku dari sindikat narkoba.

Dalam Tiga Hari, Jajaran Polda Riau Tangkap Delapan Bandar Narkoba dan Menyita 89. 723,9 Gram Shabu 1 etasi
Barang Bukti yang diamankan sebanyak 89.723,9 gram Shabu

Dikatakan, perang melawan narkoba dimulai dari Polresta Pekanbaru.  Pihak Polresta Pekanbaru, kata dia, mengawali dengan menangkap satu kilogram shabu. Kemudian petugas Polda Riau pada tanggal 11 Oktober, juga mengamankan hampir 40 kilogram Shabu. Selanjutnya,  pada hari yang sama,  dikembangkan lagi dengan jumlah tangkapan shabu hampir mencapai 23 kilogram shabu. Dan terakhir, diikuti tangkapan oleh Polres Bengkalis dengan jumlah hampir mencapai 27 kilogram shabu.” Tiga hari melakukan Operasi Penangkapan, Polda Riau berhasil menyita sebanyak 89 kilo 723,9 gram shabu,” papar Kapolda Irjend Agung Setya Imam Effendi.

Namun demikian, Kapolda Riau menyayangkan karena ada orang-orang yang secara ekonomi hanya berkerja sebagai tukang dodos sawit, namun terlibat sebagai jaringan pengedar Narkoba. “ Setiap pagi tersangka ini biasa menggunakan paket hemat shabu,” ulasnya prihatin.

BACA JUGA:  Baru Keluar Penjara, Warga Cupak Ini Kembali Ditangkap Karena Narkoba

Kenyataan demikian tentu sangat menghawatirkan. Karena itu, Kapolda Riau bertekad melawan para Bandar Narkoba. Kapolda mengaku sudah cukup rasanya  melakukan himbauan agar tidak mengunakan narkoba. “ Sudah pada tempatnya kita mengurangi himbauan dan lebih memperbesar porsi untuk melawan Bandar narkoba,” tegasnya.

Atas alasan itu, ia menghimbau seluruh lapisan masyarkat agar ikut bertindak dengan melaporkan pengguna atau pengedar Narkoba, walau informasi sekecil apapun. “Kini saatnya kita menyatakan perang terhadap para bandar dan kepada para kurir Narkoba yang terlibat,” tegas Kapolda Riau

Dijelaskan, dalam perang melawan narkoba, Polri tidak bisa bekerja sendiri. Polri membutuhkan peran serta aktif masyarakat untuk sama sama melawan para Bandar narkoba.” Dukungan dan informasi dari masyarakat tetap kita harapkan dalam menumpas Bandar Narkoba ini, “ ulangnya.

Reporter: Rudi Cader

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...