Beranda Covid-19 Covid-19 Terus Mengganas, Enam Orang Warga Sumbar Hari Ini Meninggal Dunia

Covid-19 Terus Mengganas, Enam Orang Warga Sumbar Hari Ini Meninggal Dunia

Covid-19
pasien covid-19/ilustrasi

Beritanda1—Sebanyak enam orang warga Sumbar meninggal dunia akibat Covid-19, Kamis (29 April 2021). Dengan adanya penambahan tersebut, hingga kini sudah 793 orang warga Sumbar yang meninggal akibat virus corona.

“Enam orang meninggal dunia hari ini di Sumbar, ” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19  Sumbar Jasman Rizal.

Perkembangan covid-19 Sumbar sejak Maret 2020 sampai akhir April 2021, data Satgas Covid-19 menyebutkan, total sampai 36.769 orang  Sumbar terkonfirmasi positif Corona dan sebanyak 33.535 orang telah sembuh.

“Hari ini dari hasil dua laboratorium dipimpin Dr Andani Eka Putra, sebanyak 281 orang dinyatakan positif, sembuh 246 orang dan meninggal dunia enam orang,” ujarnya .

Ia menyebutkan, Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc melaporkan 2562 sample yang diperiksa (Fak. Kedokteran Unand 2347 sample dan Lab. Veteriner Baso Kab. Agam 215 sample), terkonfirmasi tambahan 281 (dua ratus delapqn puluh satu) orang warga Sumbar positif terinfeksi corona, kesembuhan pasien covid-19 setelah 2x konversi negatif bertambah 246 orang dan meninggal dunia bertambah 6 orang

Pasien meninggal dunia  tersebut masing-masing satu orang di Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kota Padang Panjang dan Pesisir Selatan, dua orang asal Kabupaten Sijunjung.

Jasman menambahkan, adanya peningkatan jumlah jumlah angka positif di Sumbar bisa jadi karena gencarnya PCR test  Swab di daerah.

“Ini sebenarnya bagus, artinya tracking dan tracing kita berada di jalur yang benar. Semakin banyak yang ditemukan positif, semakin banyak yang diisolasi dan semakin cepat pemutusan mata rantai perkembangan covid,” ujarnya

Pihaknya berharap, dengan meningkatnya masyarakat yang terpapar covid, Pemkab dan Pemko dapat mengaktifkan lagi karantina di daerahnya masing-masing. Hal ini penting untuk menjaga segala kemungkinan penyebaran corona di daerah tersebut.

BACA JUGA:  Wabup Solok: Pokok Fikiran Duduak Baropok Kotobaru Akan Jadi Acuan

Sementara itu Whatsapp group Kawal Covid-19 Sumbar kembali ribut karena masih banyaknya warga Sumbar yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Jangan sampai karena abai ini tenaga medis kewalahan dan bosan merawat pasien covid-19,” ujar Dr. Andani.

Tapi penyintas yang juga dokter THT Farhaan Abdullah berharap tenaga kesehatan tidak pernah bosan melayani pasien corona.

“Saya  harap jangan sampai , karena apa pun ceritanya  merawat adalah panggilan profesi. Hidup itu adalah pilihan,” ujar Farhaan.

Farhaan berharap pasien positif Covid-19 karena abai harus terus diberikan pencerahan, edukasi covid-19 ini nyata dan ada.

“Kalau tidak hati-harti dan taat teralkan protokol kesehatan bisa menyebabkan kematian walaupun sekalipun kita tidak punya comorbid dan usia muda, kalau kena badai sitokin tidak teratasi tentu innalillahi wainnna illlahi rojiun, selain itu penegakan hukum bagi yang abai harus diperkencang lagi,” ujar Farhaan Abdullah.

Artikel sebelumyaPMI Kota Solok Akan Gencarkan Sosialisasi “Siap Untuk Selamat”
Artikel berikutnyaKetua DPRD Kota Solok Nurnisma Ajak Pers Solok Aktif Tangkal Hoax