Cegah ISPA Akibat Kabut Asap, Bupati Pessel Bagikan 5000 Masker

23
PAINAN–Kabut asap yang kian pekat, akhirnya membuat Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, turun ke jalan raya membagikan masker gratis kepada masyarakat pengendara yang lewat. Pembagian masker ini berlangsung di depan Makodim 0311/Pessel, tepatnya di Taman Sipora, Jalan Ilyas Yacub, Painan, Kecamatan IV Jurai, Senin (23/9).
Bupati Hendrajoni menyebutkan, pembagian masker merupakan bentuk antisipasi kabut asap kiriman agar masyarakat Pessel terhindar dari dampak negatif kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
“Kami menghimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi anak-anak. Jika pun terpaksa, usahakan menggunakan masker,” ujar Bupati didampingi Sekda Erizon disela-sela kegiatannya.
Ia menyebutkan, akibat kualitas udara yang mulai menurun sejak beberapa hari terakhir, masyarakat diharapkan agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Ya, ada sekitar 5000 masker yang kami bagikan hari ini. Kondisi udara sudah mulai menurun akibat kabut asap. Sekarang jarak pandang sudah mulai dekat. Bukit-bukit sudah tidak kelihatan lagi. Biasanya tidak seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pessel Satria Wibawa mengatakan, polusi udara di Pesisir Selatan bisa dibilang parah ditambah dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh yang dapat menimbulkan ISPA, karena kemampuan paru-paru dan saluran pernapasan berkurang.
“Benar, terkait kondisi ini kami sudah instruksikan Kepala Puskesmas se Kabupaten Pesisir Selatan, Dirut RSUD M.Zein Painan dan RSUD Pratama Tapan agar ikut mensosialisasikan kewaspadaan terhadap kabut asap,” ucapnya pada wartawan.
Menurut dia, hal itu seiring surat himbauan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar No.441.1880/Kesmas-3/IX/2019 tanggal 13 September 2019 perihal kesiapsiagaan terhadap kabut asap dan memperhatikan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Sumatera Barat menunjukan peningkatan polutan akibat rendahnya curah hujan, adanya kiriman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dari provinsi tetangga dan beberapa titik api di wilayah Provinsi Sumbar.
“Kabut asap ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan terutama terhadap penyakit gangguan saluran pernapasan, iritasi mata, dan iritasi kulit,” tuturnya.
Sebagai upaya antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap dampak buruk kabut asap bagi kesehatan di Kabupaten Pesisir Selatan, pihaknya menghimbau agar masyarakat, Puskesmas, dan RSUD dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut, kesiapsiagaan pelayanan kesehatan selama 24 jam, serta menyiapkan kebutuhan logistik seperti masker dan obat-obatan.
Meningkatkan upaya pencegahan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan dengan menghimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, penggunaan masker jika keluar rumah. Meningkatkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan memperbanyak mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Mencuci makanan, terutama buah dan sayur sebelum di konsumsi.
Hindari merokok dan minum air putih lebih banyak dari biasanya. Segera ke saran pelayanan kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan akibat dampak buruk kabut asap yaitu gangguan pernapasan, iritasi kulit, iritasi mata, dan sebagainya.
“Serta meningkatkan kegiatan surveilans penyakit yang terkait dengan dampak kabut asap (ISPA/Pneumonia, ILI, iritasi mata, iritasi kulit, dll). Dan laporkan ke Dinkes Pessel secara rutin melalui sms, WA, dan Website SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini Respon) Kemenkes RI setiap minggunya,” katanya.
Reporter: OKIS ROCKIN
Editor: MALIN MARAJO
BACA JUGA:  Yayasan Saleema Foundation Akan Bangun 75 Rumah Layak Huni di Lengayang Pessel Tahun Ini
Loading...
loading...