Cegah Corona di Pessel, KUA Sutera Ikuti Aturan Kemenag

94
Toni Nasrianto
Toni Nasrianto

Beritanda1 – Menindaklanjuti surat edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam terkait pencegahan virus corona, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sutera, Toni Nasrianto menyebutkan, bakal mengikuti aturan Kemenag terkait pedoman tata cara akad nikah untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang semakin luas.

“Kami bakal mengikuti peraturan Kemenag soal protokol pencegahan virus corona, baik saat akad nikah di balai nikah maupun di luar KUA,” ujar Toni Nasrianto di kantornya, Senin (23/3).

Disebutkan, sesuai intruksi Dirjen Bimas Islam terkait akad nikah di KUA meliputi tiga poin, yakni membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang.

Selanjutnya calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi, harus telah membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker. Kemudian petugas, wali nikah dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

Sementara akad nikah di luar KUA, kata Toni, mencakup empat poin pula, yakni ruangan prosesi akad nikah di tempat terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat.

Membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang. Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun/ hand sanitizer dan menggunakan masker. Petugas, wali nikah dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

BACA JUGA:  Inovatif, Di Pessel Daun Gambir Dikembangkan Jadi Minuman

“Kami juga meniadakan semua jenis layanan selain administrasi dan pencatatan nikah di KUA. Alasannya karena berpotensi menjalin kontak dekat serta menciptakan kerumunan massa,” ucapnya.

Kendati demikian, sebutnya, sejauh ini di Kabupaten Pesisir Selatan khususnya di Kecamatan Sutera belum ada masyarakat yang terjangkit virus corona atau Covid-19, sehingga prosesi akad nikah tidak ada kendala jika dilaksanakan di balai nikah atau diluar kantor KUA.

“Walaupun sudah kami sosialisasikan, namun yang menjadi kendala apakah masyarakat mampu menerapkan prosesi nikah seperti itu? Sebab, banyak yang belum terbiasa,” ucapnya lagi.

Pihaknya mencatat, peristiwa nikah di Kecamatan Sutera, pada 2018 sebanyak 476 pasangan. Sementara tahun 2019 tercatat sebanyak 452.

Toni mengaku jumlah tersebut menurun bukan karena wabah virus Corona atau Covid-19, tapi karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang menikah secara sah menurut aturan undang-undang.

“Tidak ada kaitannya dengan virus corona. Namun masyarakat masih banyak yang melakukan nikah bawah tangan atau nikah sirih. Sebab sejak Januari hingga Februari 2020 ini, sudah tercatat 76 pasangan yang melakukan nikah secara sah di kantor KUA Sutera,” jelasnya.

Reporter: Okis Rockin

 

Facebook Comments

loading...