Buwas Wanti-Wanti Jajaran Bulog Agar Tidak Main-Main Dengan Bansos

Direktur Bulog Budi Waseso atau Buwas memberikan keterangan kepada awak media di Kota Bogor, Selasa. (ANTARA)

JAKARTA – Didorong keinginan mengakhiri karir dengan baik, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mewanti-wanti jajarannya agar tidak bermain-main dengan melakukan penyimpangan pada bantuan sosial (Bansos) pangan.

Budi Waseso, atau yang karip disapa Buwas dalam rapat yang dihadiri Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan jajarannya agar tidak menyalurkan beras dengan kualitas rendah untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi warga kurang mampu.

” Saya minta jajaran Bulog jangan main-main. Saya tidak ingin ada yang main-main dalam bentuk apapun. Karena kita selalu didengungkan kita bekerja untuk rakyat, buktikan jangan bertolak belakang. Saya tidak suka,” kata Buwas pada Rapat Koordinasi Bantuan Sosial Pangan di Jakarta, Kamis.
Buwas mengaku sudah pensiun di kepolisian. Pengabdian dirinya sudah selesai dan dia  tidak pernah ada penyimpanan apapun di BNN, tidak pernah disuap.” Saya ingin mengakhiri karir saya dengan baik,” katanya  dilansir Antara.

Meski begitu, ia mengakui, bahwa untuk pelaksanaan program BPNT tidak mudah terutama terkait kondisi lapangan khususnya di daerah terpencil.

“Saya itu sebenarnya agak miris kalau saya melihat apa yang dilaporkan anggota saya di lapangan yang menyuplai beras ke daerah, naik gojek, kena lumpur berhari-hari. Tapi yang penting misi ini berhasil, saya berterima kasih kepada anggota saya yang sudah berjuang,” tambah dia.

Untuk itu ia mengingatkan agar jajarannya bekerja semaksimal mungkin terutama dalam penyaluran bansos pangan.

Pemerintah memberikan bantuan pangan beras sejahtera (rastra) sebanyak 10 kilogram beras setiap bulan kepada 2,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan BPNT dalam bentuk uang sebesar Rp110 ribu per bulan kepada sekitar 11 juta KPM.

Sebelumnya berbagai permasalahan ditemukan dalam penyaluran bantuan pangan seperti kualitas beras yang kurang baik, tidak tepat sasaran dan tidak tepat waktu. Maka sejak 2015 Pemerintah melalui Kementerian Sosial mulai mengubah bansos menjadi non tunai

BACA JUGA:  Kader PKK Dharmasraya Torehkan Prestasi, Baribu Lopek Pecahkan Rekor MURI

Sumber : ANTARA

Editor    : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...