Bupati Hendrajoni Bantah Festival Langkisau Batal Digelar

42
Aksi paralayang, saat pelaksanaan festival Langkisau tahun lalu. Ist

PAINAN–Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menegaskan, Festival Langkisau (FL) yang merupakan iven tahunan daerah tersebut tetap dilaksanakan tahun ini. Pernyataan Bupati ini sekaligus membantah adanya informasi sebelumnya yang menyatakan festival tahunan ini urung dilaksanakan karena keterbatasan anggaran.

“Tidak benar Festival Langkisau batal tahun ini, tetap akan kita laksanakan,” ujar bupati saat dihubungi wartawan di Painan, Selasa (9/7).

Menurut Bupati, Festival Langkisau merupakan rangkaian kegiatan terdiri dari enam jenis kegiatan yang melibatkan Empat perangkat daerah setempat. Pertama, Perangkat daerah yang terlibat adalah, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, yang bakal melaksanakan kegiatan seremonial pembukaan dan lomba permainan anak nagari dan atraksi lainya, pemilihan duta wisata Pesisir Selatan, sirkuit bola voli pantai tingkat nasional dan kejuaraan paralayang.

Kedua, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang melaksanakan kegiatan sumarak budaya Pesisir Selatan. Ketiga, Dinas Koperasi UMKM, Perdagangan dan Perindustrian yang menyelenggarakan Painan Expo serta  terakhir adalah Kecamatan IV Jurai yang mengadakan lomba malamang.

Sementara, dua dari enam jenis kegiatan tersebut, seperti pembukaan dan lomba permainan anak nagari serta atraksi lainnya pada pehelatan Painan Expo, biasanya dilakukan serentak pada peringatan hari jadi Pessel setiap tanggal 15 April.

“Dikarenakan waktu peringatan hari jadi Pessel sangat berdekatan dengan pelaksanaan pemilu 17 April 2019, kegiatan tersebut tidak terlaksana. Selain kedua kegiatan itu, rangkaian Festival Langkisau tetap kita laksanakan,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Bupati, pemilihan duta wisata Pesisir Selatan sudah dilaksanakan pada Maret 2019. Selanjutnya, sirkuit bola voli pantai bakal dilaksanakan pada 24 sampai 27 Juli mendatang. Sedangkan untuk kegiatan sumarak budaya Pesisir Selatan dan pertandingan paralayang segera disusun jadwal kegiatannya.

Ia menambahkan, jika anggaran untuk kegiatan seremonial pembukaan dan lomba permainan anak nagari, Painan Expo, serta atraksi lainnya sudah tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019. “Namun, jika tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) memutuskan untuk tidak melaksanakan kedua kegiatan tersebut,  maka anggarannya akan kami alihkan pada anggaran perubahan mendatang. Jadi, pengalihannya tetap melalui APBD perubahan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Intip Kehidupan Suku Anak Dalam, Kapolres Solsel Takjub

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesisir Selatan menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh membatalkan Festival Langkisau secara sepihak. Ketua DPRD, Dedi Rahmanto, menyebutkan, kegiatan tahunan pariwisata itu sebelumnya telah dibahas dan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Tepatnya saya kurang ingat. Yang jelas, alokasi anggaran yang disepakati mencapai miliaran rupiah,” katanya menjawab wartawan di Painan, Selasa (9/7).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Hadi Susilo mengungkapkan, pemerintah daerah telah memastikan Festival Langkisau 2019, batal. Pembatalan tersebut lantaran anggaran APBD setempat yang mengalami defisit, sehingga butuh efisiensi. Apalagi, sejumlah target pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) belum tercapai.

Sesuai ketentuan, lanjut politisi Partai Golkar itu, tidak ada pembatalan kegiatan di tengah jalan. Apalagi, tanpa adanya persetujuan dari legislatif. Pemerintah daerah hanya boleh mengalihkan kegiatan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada). “Tapi, tanpa merubah substansi kegiatannya,” ujarnya.

Menurutnya, Festival Langkisau merupakan salah satu even yang sudah masuk agenda tahunan sejak dulu. Bahkan, sudah menjadi ikon rutin yang dikenal dalam ajang promosi dan seni budaya. Kendati demikian, ia menyayangkan kegiatan Festival Langkisau yang digelar pemerintah daerah tak ubahnya seperti pasar malam. Tapi dengan anggaran yang sangat besar.

“Kalau hanya seperti pasar malam, kenapa harus dengan biaya besar. Pemuda Punggasan saja bikin pasar malam tidak butuh anggaran besar,” katanya berseloroh.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya bakal memanggil pemerintah daerah, utamanya dinas terkait soal adanya pembatalan kegiatan tersebut. Kemudian mempertanyakan anggarannya lari ke mana. “Dalam waktu dekat akan kami panggil. Sebab, saya baru tau kalau ada pembatalan sepihak seperti itu,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Hebat! Liga Sepakbola Nagari Dimotori IP3MASI Simalidu

 

Reporter : OKIS ROCKIN

Editor : MALIN MARAJO

Loading...
loading...