Bupati Gusmal: Niniak Mamak Harus Tingkatkan Peran Dalam Nagari

Gusmal
Bupati Solok H. Gusmal dt Rajo Lelo dalam kapasitasnya sebagai ketua LKAAM Kabupaten Solok menyematkan pin kepada ketua LKAAM kecamatan selepas sosialisasi dan singkronisasi kegiatan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kab Solok dengan LKAAM Kecamatan dan KAN se Kab Solok di Arosuka,

Beritanda1 —Bupati Solok Gusmal menyebutkan, peran niniak mamak dipandang strategis untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pemerintahan nagari. Peran niniak mamak itu bisa diimplementasikan melalui keterlibatan para pemangku adat tersebut dalam lembaga Badan Perwakilan Nagari (BPN) di nagari masing-masing.

 

“ Saya ingin, perwakilan niniak mamak di BPN perlu ditingkatkan dan perwakilan cadiak pandai di BPN tersebut diharapkan berasal dari kalangan niniak mamak,” kata Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo di hadapan peserta sosialisasi dan singkronisasi kegiatan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kab Solok dengan LKAAM Kecamatan dan KAN se Kab Solok di Arosuka, kemaren.

Bupati Gusmal dalam kapasitasnya sebagai ketua LKAAM Kabupaten Solok menekankan niniak mamak harus memahami dan mengerti seluk beluk yang ada di nagari dan segala tentang adat sabatang panjang dan adat salingka nagari. “ Inilah sebabnya, kenapa peningkatan kapasitas pemangku adat di nagari menjadi penting dalam memperkuat perannya dalam nagari,” beber Gusmal.

Lantaran itu, Ia berharap lembaga adat nagari tetap aktif atau diaktifkan kembali di setiap nagari dan jangan sampai mati suri. Hal itu bukan tanpa alasan. Menurut Gusmal, kemajuan teknologi informasi membuat banyak niniak mamak seakan tak berdaya. Banyak yang gagap teknologi, sehingga tertinggal oleh kemajuan zaman.

“Niniak mamak jangan sampai ketinggalan teknologi, sekarang sudah zaman IT di mana semuanya berada dalam genggaman. Sebagai niniak mamak kita harus bisa beradaptasi dengan keadaan itu,” ucap ketua LKAAM Kabupaten Solok dua periode ini.

Saat ini, sudah banyaknya lembaga adat yang bermunculan untuk mendampingi lembaga KAN dan LKAAM, lantaran itu niniak mamak perlu meningkatkan eksistensi  pemahaman tentang adat agar tidak tergilas akibat ketiadaan informasi.

BACA JUGA:  Bantu Pemberitaan Covid 19, Bupati Irfendi Arbi Sampaikan Terimakasih Wartawan

Selain itu, Gusmal memandang, singkronisasi antara niniak mamak dengan bundo kanduang dalam melaksanakan tugasnya perlu ditingkatkan. “ Kami akan mempercepat tentang pembuatan perda tentang nagari, sebagai upaya penguatan kelembagaan adat di nagari. KAN dapat dilibatkan dalam pemilihan walinagari,”ungkapnya.

Sedangkan terkait anggaran LKAAM dan KAN akan diatur dalam peraturan Bupati untuk dialokasikan tahun 2021. “Anggaran di nagari pada saat ini terkendala karena adanya Pandemi covid-19. Banyak anggaran yang terpaksa harus digeser untuk membantu percepatan penanganan Covid-19 ini,” pungkasnya.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...