Beranda Sosial Budaya Bupati Gusmal: Agar Data Tepat Waktu dan Tepat Angka, BPS Harus Sejalan...

Bupati Gusmal: Agar Data Tepat Waktu dan Tepat Angka, BPS Harus Sejalan dengan Pemda

Gusmal
Bupati Solok Gusmal menandatangani piagam pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dilingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok, Rabu (17/6).

Beritanda1 Mengiringi  pencanangan Zona Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Serta melayani dan dilaksanakan aparatur BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Solok, Bupati Gusmal mengingatkan soal bekerja di zona integritas.

 

Ditegaskan, aparatur harus jujur dalam melayani masyarakat. Bekerja sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Tidak boleh meyimpang dalam mengelola keuangan Negara.

Hal itu disampaikan Bupati Solok H. Gusmal ketika mengikuti Vidio Conferende (Vidcon) bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam Pencanangan Pembangunan  Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Wilayah  Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dilingkungan Badan Pusat  Statistik Se- Sumatera Barat, Rabu  (17/6).

Gusmal menyebutkan, dalam melayani tentu banyak aturan yang akan dikeluarkan dari pusat dan BPS Propinsi dan bisa juga dikeluarkan BPS Kab. Solok guna penyederhanaan penjelasan pelayanan kepada masayakat.

Terutama soal melakukan pendataan melalui sensus penduduk, dilakukan dengan mekanisme dan prosedur yang jelas artinya tertulis dan di umumkan kepada masyrakat sesuai dengan aturan yang berlaku. “ Kita menjalankan peraturan dan melayani masyarakat sebaik-baiknya. Kalau ini dilakukan, barangkali wilayah bebas korupsi akan cepat terlaksana dan cepat bergerak,” beber bupati Solok.

Menurutnya, zona integritas  adalah gerakan awal dalam penerapan wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani. Namun diingatkan, aparatur BPS supaya bisa memahami bagaimana karakter dan prilaku masyarakat kita keseluruhan. “ Kita lihat contoh, sensus tempo hari,  banyak yang berulang, bahkan sampai tambah waktu. Meski sekarang sudah mecapai target 91 persen dalam sensus penduduk. Artinya, kita harus sejalan dalam melaksanakan pendataan,” ucapnya.

Dikatakan, BPS sangat vital dalam penyediaan data untuk basis perencanaan pembangunan. Apabila data salah yang kita berikan, maka statistik akan mencatat salah. Data dari dinas salah, data dari masyarakat salah maka, BPS akan juga mencatat salah. Kalau data yang salah kita pergunakan, perencanaan juga akan salah.

BACA JUGA:  Bupati Hendrajoni Datang Serahkan Kursi roda, Wargapun Terharu

“ Karena itu saya sering mengatakan dan mengimbau, antara Pemerintah daerah dan BPS harus sangat dekat, sangat inten, sehingga semua data yang dikeluarkan BPS tepat waktu, tepat angka, tepat jumlah dan tidak berobah-robah,” tegasnya.

Bps
Bupati Solok Gusmal Foto Bersama Dengan Jajaran Bps Selepas Mengikuti Pencanangan Zona Integritas Melalui Video Conference Bersama Gubernur Sumbar, Rabu (17/6)

Menanggapi itu,  Kepala BPS Kab. Solok menyebutkan indikator statistik di kab Solok menunjukkan trend yang positif dari sisi angka kemiskinan, angka pertumbuhan ekonomi maupun angka pengangguran.

“ Ketiga angka menunjukan angka yang positif.  Angka pertumbuhan ekonomi tahun 2019 di kab Solok sebesar 5,07 persen, sedangkan angka pertumbuhan ekonomi Sumbar 5,05 persen,” paparnya.

Kepala BPS Kab Solok optimis, angka pertumbuhan ekonomi Kab. Solok tahun 2019 masih bisa bertahan di atas 5 persen. Sedangkan 12 kabupaten di Sumatera Barat, yang bisa bertahan di atas 5 persen hanya ada 3 kabupaten, yakni kabupaten Solok, Tanah Datar dan Lima Puluh Kota. Selebihnya kabupaten lain dibawah lima persen. “ Ini menunjukan pertumhuhan ekonomi kab. Solok masih stabil. Termasuk juga angka kemiskinan tahun 2019, sebesar  7,98 persen,” paparnya.

Dikatakan, pertumbuhan ekonomi masih stabil tidak terdampak secara signifikan terhadap angka kemiskinan. Kalau ekonominya dibawah 5 persen ini pasti terdampak terhadap angka kemiskinan.

Sebelumnya,  Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dihadapan Forkopimda dan  Kepala BPS Sumbar Ir. Pitono menyampaikan apresiasi kepada  BPS se- Sumatera Barat yang melaksanakan pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani. “ Diharapkan pelaksanaanya Zona Ingritas ini berjalan lancar dan bertahap dalam menuju wilayah bebas korupsi. Mudah-mudah kedepan BPS se- Sumatera Barat semakin baik,” harapnya.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor   : Melatisan

 

Artikel sebelumya1 Juli Lounching, Nagari Sungai Durian dan Jawi-Jawi Disiapkan Menjadi Kampung Tangguh di kabupaten Solok
Artikel berikutnyaEnam Daerah di Sumbar Catat 100 Persen Kesembuhan Covid-19