Buntut Penyegelan Rumah Wabup Solok, Tujuh Oknum Laskar Merah Putih Ditahan

penyegelan rumah Wabup Solok
penyegelan rumah Wabup Solok oleh Oknum Laskar Merah Putih di Simpang Rumbio Kota Solok

Beritanda1 –Aksi penyegelan rumah pribadi Wakil Bupati (Wabup) Solok Yulfadri Nurdin di kelurahan Simpang Rumbio Kota Solok akhirnya masuk ke ranah hukum. Tujuh orang pelaku yang merupakan oknum Ormas Laskar Merah Putih ditahan oleh satuan reskrim Polres Solok Kota untuk dimintai keterangan.

 

Tindakan itu diambil setelah Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin membuat laporan polisi dan mendatangi Mapolres Solok Kota, Selasa (15 September 2020) malam.

Terkait itu, Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, S.IK, didampingi Kasat Reskrim Iptu Defrianto, SH, MH, mengingatkan kepada masing-masing pihak untuk mempercayakan penyelesaian masalah ini ke aparat penegak hukum. Ia meminta agar masing-masing pihak untuk menahan diri. Agar tidak terjadi riak yang lebih besar di tengah masyarakat.

Kapolres menyebutkan, saat ini Tujuh orang telah diamankan di Polres Solok Kota. Sedangkan Dua lainnya berstatus saksi. “Kami berharap masing-masing pihak menahan diri agar tidak menimbulkan riak yang justru menciptakan masalah baru. Jangan terpancing aksi provokasi. Jangan ada aksi balasan. Percayakan semuanya ke pihak kepolisian yang bekerja secara profesional dan proporsional,” ujarnya.

Ferry Suwandi menilai sudah ada itikad baik dari Wabup Solok Yulfadri Nurdin untuk melakukan mediasi. Menurutnya, hal itu merupakan langkah maju, sehingga ketegangan bisa diredam. Sebelumnya, Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin tidak berniat membuat laporan ke Polres Solok Kota. Namun, atas usul beberapa rekan dan penasehat hukum, kasus ini akhirnya dibuatkan Laporan Polisi (LP).

“Persoalan ini menjadi salah satu atensi (perhatian) khusus dari Polda Sumbar. Bahkan, Pak Kapolda (Irjen Pol Toni Harmanto) menelepon saya, apakah perlu diturunkan Sat Brimob Polda Sumbar. Saya jawab tidak perlu, karena hingga saat ini kondisi masih aman terkendali. Karena itu, saya harapkan semua pihak untuk menahan diri dan mempercayakan penyelesaian masalah ini ke kepolisian,” tegasnya.

BACA JUGA:  Taati Protokol Kesehatan, PPS di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Dilantik

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu Setianto, sangat menyayangkan tindakan organisasi masyarakat (ormas) Laskar Merah Putih yang melakukan penyegelan terhadap rumah pribadi Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, Selasa (15 September 2020) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Kombes Satake juga kaget atas tindakan yang dilakukan ormas itu.

“Sangat disayangkan penyegelan yang dilakukan ormas tersebut. Karena itu bukanlah wewenangnya untuk melakukan penyegelan. Kalau memang masalah utang piutang, tidak seharusnya mengerahkan ormas,” ujar Satake.

Sebelumnya, rumah kediaman pribadi Wabup Solok  Yulfadri Nurdin disegel oleh oknum anggota Laskar Merah Putih. Penyegelan tersebut diketauhui terkait hutang piutang antara Yulfadri Nurdin dengan Mantan Anggota DPR RI Epyardi Asda saat Pilkada  Kabupaten Solok 2015 silam.

Yulfadri yang dikonfirmasi terkait masalah itu, membenarkan hal itu. Namun ia menegaskan jika hutangnya dengan pemilik lokasi wisata Chinangkiek itu sudah dibayar lunas. Sebelum penyegelan tersebut, Yulfadri mengaku juga pernah didatangi oleh oknum dari ormas tersebut ke rumah dinas.

Ada sekitar 7 orang yang datang malam hari, namun tidak dilayani. “Waktu itu saya katakan kalau masalah hutang sudah saya bayar. Kalau pak Epy merasa belum, silahkan tempuh jalur hukum, tidak dengan cara begini,”ujar Wabup Solok Yulfadri Nurdin.

Facebook Comments

loading...