Beranda Daerah Agam Buka TMMN di Agam, Gubernur Mahyeldi: Perioritas Kegiatan Daerah Pedesaan Tertinggal

Buka TMMN di Agam, Gubernur Mahyeldi: Perioritas Kegiatan Daerah Pedesaan Tertinggal

TMMN
Selepas membuka TMMN Kabuapten Agam, Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama bupati Andri Warman meninjau lapangan guna melihat kesiapan personil TNI melakukan kegiatan manunggal

Beritanda1 – Tentara Manunggal Membangun Nagari (TMMN) merupakan program lintas sektoral antara TNI dengan kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah daerah dan masyarakat, yang disinergikan untuk meningkatkan akselarasi pembangunan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih baik dan mandiri.

“Kriteria dan prioritas sasaran TMMN ini adalah daerah perdesaan yang tergolong sebagai daerah miskin atau tertinggal, daerah perbatasan dan lainnya,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.

Hal itu ditegaskan Gubernur Mahyeldi ketika membuka TMMN ke-112 tahun 2021 di kabupaten Agam, yang dikosentrasikan di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Rabu (15/9/2021).

Dihadiri dihadiri Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, Kasrem 032 WBR, Dandim 0304/Agam, unsur Forkopimda, Sekdakab Agam, serta pimpinan OPD  lainnya, Mahyeldi menyebut, kegiatan manunggal dilaksanakan sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat nagari dengan membanguan atau merehabilitasi sarana prasarana wilayah dan fasilitas umum, yang secara langsung dapat menyentuh pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan ini, kata Gubernur, dilaksanakan tiga kali setahun. Sebelumnya di Sumbar telah dilakukan di Kabupaten Mentawai, Padang Pariaman dan Lima Puluh Kota.

” Sekarang dilaksanakan pada dua lokasi, yaitu Kabupaten Agam dipusatkan di Nagari Lubuk Basung dan lokasi kedua di Kabupaten Solok. Pelaksanaannya selama satu bulan hingga 14 Oktober 2021,” terangnya.

Mahyeldi
Gubernur Mahyeldi Mengamati Progres Kegiatan Manunggal Di Posko Tmmn Kabupaten Agam

Sementara itu, Dandim 0304 Agam, Letkol Arh Yosip Brozti, selaku Dansatgas TMMN di wilayah Agam mengatakan, sasaran TNI manunggal ini berupa kegiatan fisik dan non fisik. Khusus Agam, sudah diawali dengan pra TMMN sejak 4 Agustus 2021.

Dilaporkan,  kegiatan fisik berupa pembukaan jalan sepanjang 3,3 kilometer dengan lebar 4,5 meter, penimbunan badan jalan, pengecoran beton, pemasangan gorong-gorong, pemotongan tebing, pemasangan batu parit, pemasangan sayap plat dan pemasangan kloneng.

BACA JUGA:  Pemkab Dharmasraya Kembali Lakukan RDT Massal

“Selain itu juga dilaksanakan bedah rumah tidak layak huni sebanyak empat unit dan renovasi mushala satu unit,” terangnya.

Untuk kegiatan non fisik, seperti penyuluhan, diantaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, layanan kesehatan, pendidikan, hukum dan kamtibmas, lingkungan hidup dan kehutanan, KB kesehatan dan lainnya.

“Personil satgas TMMN ini sebanyak 150 orang, berasal dari unsur TNI, pemerintah dan Polres. Kemudian didukung personil dari masyarakat sebanyak 100 orang per hari,” paparnya.

Reporter: Ismardi/rel

Artikel sebelumyaGubernur Sumbar: Peran Masyarakat Penting dalam Memerangi Korupsi
Artikel berikutnyaPelaku Pengancaman Menggunakan Parang Akhirnya Diringkus Polisi