Bocah 12 Tahun terseret Kabel SUTT dan Terjatuh dari Ketinggian 30 Meter

SOLOK SELATAN–Proyek pemasangan kabel jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang berlokasi di jorong Sungai Padi Utara, Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Sangir, Solsel, nyaris makan korban. Pasalnya, seorang bocah yang sebelumnya bermain di kawasan proyek tersebut terseret oleh kabel yang akan digunakan sebagai jaringan tegangan tinggi tersebut dan terjatuh dari ketinggian sekira 30 meter,Jumat (28/6).

Dari informasi yang dihimpun beritanda1.commengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sekira15.00 WIB. Saat itu, korban Ikbal Andani (12) sedang memegang kabel yang membentang di kawasan itu.Tiba-tiba, kabel yang dipegangnya tersebut tertarik dan ikut menyeret Ikbal ke atas hingga sekitar ketinggian 30 meter.

korban merasa takut diketinggian kabel yang dipegang dilepaskan sehingga terjatuh. Beruntung jatuhnya di areal persawahan yang sudah dibajak, sehingga korban hanya mengalami pingsan.

Atas kejadian itu, Kepolisian Resort Solok Selatan (Solsel) melakukan penyelidikan debgan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti.  Polisi menduga adanya kelalaian perusahaan hingga korban terjatuh dari ketinggian 30 meter.

“Kami menduga perusahaan lalai, sehingga jatuh korban saat penarikan jaringan SUTT dan dikenakan pasal 360 KUHP karena kurang ke hati-hatian dan kealpaan dalam pelaksanaan proyek,” ucap Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto didampingi Kasat Reskrim AKP Mochammad Rosidi kepada wartawan, Sabtu (29/6) di lokasi kejadian.

Disebutkannya, setelah mendapatkan perawatan di RSUD Solsel, korban harus dirujuk ke RSUP M Jamil Padang, sebab ketika jatuh korban tidak sadarkan diri dan seluruh tubuhnya memar.

Dari ketinggian, tubuh Ikbal terhempas di pematang sawah dan terguling ke sawah. Sehingga hempasan tersebute membuat korban tak sadarkan diri

“Saat ini kita sedang memeriksa saksi-saksi sebelum memanggil perusahaan PT Indokarya yang merupakan Subkon PT Rekadaya Elektrikal,” katanya.

BACA JUGA:  Tawarkan Sejuta Pesona, Ini Dia Keunggulan Palapa Cafe Simpang Tigo Buayo Putiah Pessel

Pihak kepolisian kata dia, juga melakukan pengecekan lokasi dimana korban terjatuh, serta meninjau apakah ada plang larangan untuk mendekati lokasi pekerjaan. Apabila diabaikan perusahaan, artinya sengaja melalaikan tanggungjawab hingga memicu korban pada bocah 12 tahun.

“Korban terseret ketika memegang jaringan SUTT yang kendor ke tanah, saat itu petugas jaringan melakukan penarikan menyebabkan anak tersebut terseret dan tejatuh dari ketinggian 30 meter,” terangnya.

Atas kejadian itu, Febriyanti (40), orangtua korban berharap, perusahaan tak lepas tanggung jawab untuk kesembuhan anaknya. “Kami berharap perusahaan membiayai pengobatan anak kami sampai sehat, itu saja permintaan kami. Yang jelas, biaya anak kami di rumah sakit hingga sehat jadi tanggung jawab perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu site Manager PT Rekadaya Elektrikal, Wendi mengatakan, soal biaya pengobatan bakal dibahas dengan perusahaan subkontraktor PT IKAM dan PT Indokarya. “Kita sudah melakukan kunjungan ke rumah orangtua korban dan RSUD Solsel,” ucapnya.

Menurutnya, pekerja lapangan sebelumnya sudah memperingatkan anak-anak untuk tidak bermain di sekitar proyek. Sementara jarak antar menara cukup jauh sehingga sulit dipantau oleh pekerja di lapangan. “Terkait rambu peringatan, kalau di dekat lokasi pekerjaan ada tetapi di sepanjang bentangan kabel memang tidak ada,” sebutnya

Senada, Unit Pelaksana Proyek (UPP) PLN, Ainun Hanafi menyebutkan ketika mengunjungi korban di RSUD Solsel, ternyata Ikbal hanya memar dan tidak ada patah tulang atau pun yang lain. “Kronologinya, Ikbal sudah diingatkan pengawas tapi bandel tidak menghindari peringatan pengawas,” tegasnya.

Penulis : MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...